
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres secara resmi mendesak komunitas internasional dan para donor untuk segera mengucurkan dana sebesar 450 juta dolar AS atau setara dengan Rp8,1 triliun. Dana tersebut ditujukan bagi Program Pangan Dunia (WFP) guna menjamin ketersediaan pangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan ke depan.
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (22/10), Guterres menekankan urgensi bantuan ini mengingat kondisi kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah Palestina. “Program Pangan Dunia sangat membutuhkan 450 juta dolar AS untuk memberi makan penduduk di Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan ke depan. Saya mengimbau para donor untuk meningkatkan kontribusi mereka,” tegas Sekjen PBB.
Perbandingan Anggaran Militer
Guterres memberikan perbandingan tajam mengenai nilai bantuan yang diminta dengan belanja militer global. Ia menyebutkan bahwa angka 450 juta dolar AS tersebut diperkirakan setara dengan anggaran yang dihabiskan dunia untuk angkatan bersenjata hanya dalam waktu 90 menit.
Berikut adalah rincian kebutuhan dana bantuan yang diajukan oleh PBB:
| Komponen | Detail Informasi |
|---|---|
| Target Dana | 450 Juta Dolar AS (± Rp8,1 Triliun) |
| Lembaga Penyalur | Program Pangan Dunia (WFP) |
| Durasi Program | 6 Bulan |
| Wilayah Sasaran | Jalur Gaza dan Tepi Barat |
Kondisi Kemanusiaan Terkini
Konflik yang memanas sejak Oktober 2023 telah meninggalkan dampak destruktif yang luas. Meskipun gencatan senjata secara formal telah diberlakukan sejak Oktober 2025, militer Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan ke wilayah Palestina dengan dalih menargetkan fasilitas kelompok Hamas.
Penilaian terbaru PBB menunjukkan situasi di Jalur Gaza tetap memprihatinkan. Kehancuran infrastruktur yang meluas telah menyebabkan:
- Gangguan serius pada fasilitas medis dan layanan kesehatan.
- Tantangan berkelanjutan dalam distribusi logistik pangan.
- Kesulitan akses terhadap kebutuhan pokok bagi penduduk sipil.
Operasi darat yang dilakukan militer Israel sebelumnya telah menyebabkan Jalur Gaza hampir hancur total, sehingga ketergantungan penduduk terhadap bantuan internasional melalui WFP kini berada pada titik tertinggi. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)
