Dua Tahun Kementerian Kebudayaan, Dana IndonesiaRaya Capai Rp500 Miliar
Menbud Fadli Zon.(Dok. MI)

KEMENTERIAN Kebudayaan mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 miliar melalui Dana IndonesiaRaya pada 2026 untuk memperluas dukungan bagi pelaku budaya. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of economic growth). Menurutnya, budaya bukan sekadar identitas, melainkan kekuatan pemersatu yang memiliki potensi besar jika dikelola melalui perlindungan warisan, pengembangan talenta, dan akses pasar.

“Kebudayaan ini bukan hanya sebagai source of identity, tapi juga binding power kita, dan mewujudkan ekonomi budaya sebagai mesin untuk pertumbuhan baru ke depan,” ujar Fadli dalam taklimat media dua tahun Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Sabtu (24/10).

Memasuki tahun kedua sejak dibentuk pada 21 Oktober 2024, kementerian mencatat lonjakan penerima manfaat Dana IndonesiaRaya (sebelumnya Dana Indonesiana). Jumlah penerima meningkat signifikan dari 2.840 pada 2025 menjadi 4.158 pada 2026. Dana yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan ini difokuskan pada keberlanjutan program setelah bantuan berakhir.

Di sektor pelindungan, pemerintah telah menetapkan 1.257 Cagar Budaya Nasional dan 1.064 Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Sebanyak 104 objek, termasuk museum dan keraton, telah direvitalisasi. Selain itu, kementerian memperkuat aspek legalitas dengan memfasilitasi 201 usulan hak cipta bagi karya budaya lokal.

Capaian menonjol lainnya terlihat pada diplomasi kebudayaan melalui repatriasi besar-besaran. Pada 2026, Indonesia berhasil menyepakati pemulangan 30.190 objek Koleksi Dubois dari Belanda, termasuk ribuan fosil dan kerangka manusia purba. Benda bersejarah lainnya seperti Prasasti Damalung dan sejumlah arca dari Amerika Serikat juga telah kembali ke Tanah Air.

Pengembangan talenta juga menunjukkan angka impresif dengan 89.045 talenta seni budaya yang terjaring dalam program Manajemen Talenta Nasional. Sementara di sektor industri, film Indonesia mencatatkan 129,1 juta penonton di bioskop sepanjang periode 2025-2026, didukung oleh peningkatan jumlah festival film nasional.

Menyongsong 2027, Kementerian Kebudayaan akan memfokuskan kebijakan pada penguatan kapasitas SDM, perlindungan kekayaan intelektual, dan pembukaan akses pasar global. Fadli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pemajuan kebudayaan memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi bangsa. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *