BMKG Yogyakarta: Waspadai Suhu Terik dan Cuaca Ekstrem Masa Pancaroba
Sejumlah pengendara melintas di persimpangan wilayah Kota Yogyakarta ketika hujan mulai mengguyur daerah ini. Sabtu (24/10/2026) pagi.(ANTARA/Hery Sidik.)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai peningkatan suhu udara pada siang hari yang terasa terik. Kondisi ini terjadi seiring dengan masuknya wilayah Yogyakarta ke masa peralihan musim atau pancaroba dari kemarau ke hujan.

Prakirawan BMKG Yogyakarta, Anang Ariane, menjelaskan bahwa cuaca panas dan terik di siang hari merupakan fenomena yang perlu diantisipasi selama periode transisi ini. Hujan yang mulai mengguyur wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (24/10/2026) menjadi indikator kuat dimulainya masa peralihan setelah kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir.

Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Selain suhu panas di siang hari, BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang kerap muncul pada sore hari, seperti hujan lebat mendadak. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana meteorologi, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Berikut adalah poin-poin imbauan dan langkah mitigasi yang disarankan oleh BMKG Yogyakarta:








Aspek Tindakan Mitigasi
Informasi Cuaca Memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi infoBMKG.
Lingkungan Membersihkan saluran air dan memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.
Infrastruktur Memastikan struktur bangunan dan baliho di jalan raya dalam kondisi kuat.
Kesiagaan Bencana Antisipasi dampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjelang puncak musim hujan.

“Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas dekat dengan daerah rawan bencana hidrometeorologi sebaiknya meng-update informasi cuaca secara berkala,” ujar Anang Ariane di Yogyakarta, Sabtu (24/10).

BMKG juga menekankan pentingnya peran pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan fasilitas publik guna mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa saat memasuki puncak musim hujan mendatang.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *