50 Agen Perjalanan Asing Jajaki Potensi Desa Wisata Indonesia
Ilustrasi(Antara)

UPAYA memperluas akses pasar internasional bagi desa wisata Indonesia terus dilakukan melalui penguatan jejaring dengan pelaku industri pariwisata mancanegara. Sebanyak 50 agen perjalanan dan operator tur dari berbagai negara mengunjungi dua destinasi wisata di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengenal potensi wisata alam dan budaya yang ditawarkan masyarakat setempat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Mega Familiarization Trip (Famtrip) yang melibatkan pelaku industri perjalanan dari sejumlah negara, antara lain Bulgaria, Jerman, Austria, Rusia, Swedia, Yunani, Inggris, Italia, Kroasia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Tiongkok, Jepang, Tailan, Filipina, India, Bangladesh, dan Nigeria.

Kegiatan yang difasilitasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA itu berlangsung di Desa Wisata Bukit Peramun, Belitung, pada 13 Oktober 2026 dan Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta, pada 19 Oktober 2026.

Melalui kunjungan tersebut, pengelola desa wisata berkesempatan memperkenalkan paket perjalanan dan pengalaman wisata secara langsung kepada agen serta operator tur internasional. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka jaringan kemitraan dan memperluas jangkauan pasar wisata pedesaan Indonesia.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perluasan akses pasar menjadi tahapan penting setelah pengelola desa wisata memiliki kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan yang memadai.

“Komitmen BCA dalam menumbuhkan perekonomian daerah melalui Desa Bakti BCA kami lakukan secara holistik, mulai dari pembinaan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, hingga dukungan pada promosi dan perluasan akses pasar,” ujar Hera dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Dua destinasi yang dikunjungi memiliki karakteristik berbeda, mulai dari wisata konservasi alam berbasis teknologi hingga pelestarian seni tradisional.

Desa Wisata Bukit Peramun di Belitung berada dalam kawasan UNESCO Global Geopark Belitong. Destinasi ini menawarkan kawasan hutan konservasi, formasi batuan granit purba, serta keberadaan satwa endemik langka Tarsius bancanus atau Pelilean.

Salah satu daya tariknya adalah inovasi Hutan Digital yang memanfaatkan teknologi interaktif. Melalui pemindaian kode QR, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Selain wisata alam, pengunjung juga diperkenalkan dengan budaya masyarakat Belitung, antara lain Tari Sekapur Sirih dan tradisi makan Bedulang yang masih dilestarikan masyarakat setempat.

Sementara itu, Wisata Wayang Desa Wukirsari di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, menawarkan pengalaman wisata budaya melalui kegiatan pembuatan wayang kulit.

Destinasi yang dikelola masyarakat lokal tersebut menjadi pusat kegiatan para perajin wayang kulit, khususnya kerajinan Tatah Sungging di Dusun Pucung.

Wisatawan dapat mengenal proses pembuatan wayang kulit sekaligus menikmati kuliner tradisional Yogyakarta, seperti Gudeg Manggar dan Ayam Ingkung.

Wisata Wayang Wukirsari merupakan bagian dari Desa Wisata Wukirsari yang telah memperoleh pengakuan internasional sebagai salah satu Best Tourism Villages dari UN Tourism pada 2024.

Melalui kunjungan langsung para agen perjalanan internasional, pengelola kedua destinasi tersebut berkesempatan memperkenalkan daya tarik wisata sekaligus membangun hubungan dengan pelaku industri perjalanan dari berbagai negara.

Selain memperkenalkan potensi destinasi, pengembangan jejaring pasar internasional juga diarahkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat desa wisata.

Berdasarkan data BCA, upaya perluasan akses pasar luar negeri pada periode 2024–2025 menghasilkan pendapatan sebesar Rp536 juta bagi desa wisata binaan.

Pada 2026, kegiatan perluasan pasar juga dilakukan melalui partisipasi dalam pameran pariwisata internasional ITB Berlin. Keikutsertaan tersebut mencatatkan nilai potensi transaksi (potential value) mencapai Rp1,9 miliar. Sementara itu, kontribusi BCA terhadap pendapatan desa wisata dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara keseluruhan mencapai Rp2,22 miliar pada semester I-2026.

Dari jumlah tersebut, kontribusi untuk sektor UMKM tercatat sebesar Rp1,92 miliar, sedangkan kontribusi dari paket wisata mencapai Rp301 juta.

Melalui program Desa Bakti BCA, perusahaan menjalankan dua pendekatan utama dalam pengembangan desa wisata, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan serta perluasan akses pasar melalui promosi dan pembentukan jaringan kemitraan. (Ins/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *