
PENYANYI asal Inggris, Raye, resmi memenangkan penghargaan bergengsi Mercury Prize 2026 berkat album keduanya yang bertajuk This Music May Contain Hope. Album bergenre pop dengan sentuhan gaya klasik khas Hollywood tersebut berhasil mengungguli deretan nominator lain seperti Sir Paul McCartney, Olivia Dean, hingga Jade, sekaligus membawa pulang hadiah senilai £25.000.
“Saya tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya bisa memegang ini,” ujar Raye sembari menggenggam pialanya di Utilita Arena, Newcastle. “Saya gemetar, saya mengalami jet lag, saya lelah. Semuanya terasa samar.”
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah. Ini merupakan pertama kalinya sebuah album pop berhasil memenangi penghargaan bergengsi untuk album terbaik Inggris atau Irlandia dalam 12 bulan terakhir, sejak album Elegant Slumming milik M People meraihnya pada 1994.
Saat berbicara kepada BBC setelah acara, penyanyi berusia 28 tahun itu mengaku telah menuangkan seluruh kemampuannya ke dalam album yang memuat lagu hits global Where Is My Husband? tersebut.
“Saya membuat album ini tanpa berfokus pada [keberhasilan] komersial, bukan berfokus pada pembuatan hal-hal yang cetakan pabrikan (cookie-cutter),” kata Raye. “Beberapa dari lagu-lagu ini berdurasi tujuh menit. Lagu-lagu itu memanjakan diri. Lagu-lagu itu maksimalis.”
Terdiri dari 17 trek dengan durasi total 73 menit, album ini menyajikan kisah sinematik tentang dinamika hubungan yang diiringi keterlibatan kakek dan neneknya, legenda musik soul Al Green, empat orkestra terpisah, serta lebih dari 100 musisi.
Sejak dirilis pada Maret lalu, album ini langsung melesat ke puncak tangga lagu Inggris dan menuai banyak pujian dari para kritikus. Majalah Rolling Stone memuji elemen razzle-dazzle dan big-band swing klasiknya, sementara NME menyebut vokal Raye sangat lincah dengan penulisan lagu yang amat kuat. BBC juga mendeskripsikan album tersebut sebagai karya yang eksentrik, kitsch, dan dramatis.
Meski demikian, pembuatan album ini sempat mengalami hambatan besar. Dua tahun lalu, mobil milik Raye dicuri bersama dengan seluruh buku catatan penulisan lagu dan rekaman demonya. Kejadian itu sempat menunda pengerjaan album selama hampir satu tahun.
Mengingat masa-masa sulit itu, Raye menyikapinya secara bijak.
“Saya sangat terpukul. Saya sangat khawatir, tetapi Anda tahu, semuanya berakhir dengan baik,” tuturnya. “Setiap kesilapan kecil, setiap kecelakaan kecil, setiap hal kecil, itu menciptakan jalan yang Anda ambil. Dan mudah untuk menghabiskan waktu berharap hal-hal terjadi sebaliknya. Namun saat ini, saya tentu tidak memikirkannya lagi.”
Mercury Prize yang digagas sejak 1992 diciptakan sebagai pembanding Brit Awards yang berfokus pada komersial, dengan mengapresiasi album-album yang memajukan perkembangan musik.
Dalam edisi tahun ini, persaingan terbilang ketat. Olivia Dean sebelumnya sempat menjadi favorit taruhan lewat album keduanya The Art of Loving, yang telah meraih gelar Album of the Year di Brit Awards dan Mobos. Nominator lainnya mencakup rapper Kojey Radical, grup musik jazz Knats, mantan personel Little Mix Jade, serta album kompilasi amal Help (2). (BBC/Z-2)
