
MANAJER Crystal Palace, Pierre Sage, harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata usai timnya bermain imbang 2-2 dalam laga sengit empat gol melawan Besiktas pada lanjutan Liga Europa. Meski gagal membawa pulang poin penuh, raihan satu poin di Turki menjadi modal berharga bagi skuad berjuluk The Eagles tersebut.
Pierre Sage datang ke pertandingan ini di bawah tekanan besar usai Palace dibantai 0-5 oleh rival mereka, Brighton, di ajang Liga Premier Inggris pada hari Minggu lalu. Kekalahan tersebut merupakan yang kelima di semua kompetisi bagi manajer asal Prancis itu sejak menggantikan Oliver Glasner di kursi kepelatihan.
Namun, penampilan Palace tampak jauh meningkat dan bersemangat saat melakoni laga tandang. Ini menjadi poin keempat yang berhasil dikumpulkan Crystal Palace sepanjang kampanye mereka di panggung Eropa musim ini.
Pertandingan dimulai dengan kejutan dari Palace yang langsung tampil menekan Besiktas, tim yang merombak sembilan pemain utama usai kekalahan dari Trabzonspor di Liga Domestik. Pada menit keenam, penyerang Palace, Jean-Philippe Mateta, sempat menggetarkan jala gawang lawan usai menyelesaikan skema serangan ciamik. Namun, gol tersebut dianulir usai peninjauan Video Assistant Referee (VAR) menyatakan Mateta berada dalam posisi offside.
Meski tampil menekan, Palace justru harus tertinggal lebih dulu menjelang turun minum. Umpan lambung cermat dari Salih Ozcan berhasil dimanfaatkan oleh mantan gelandang Leicester City, Wilfred Ndidi, yang bergerak bebas tanpa pengawalan lini belakang Palace untuk mencetak gol pembuka bagi Besiktas.
Palace, yang melakukan tiga perubahan susunan pemain dari laga sebelumnya, tidak panik menghadapi situasi tersebut. Enam menit usai turun minum, keputusan VAR berbalik memihak tim tamu.
Yeremy Pino berhasil menjangkau umpan silang Anan Khalaili untuk membobol gawang lawan. Meski asisten wasit sempat mengangkat bendera menandakan offside, VAR mengesahkan gol tersebut karena Pino berada di posisi yang bersih. Ini merupakan gol keempat Pino sepanjang musim ini.
Hanya berselang empat menit dari gol penyama kedudukan, Palace berbalik unggul. Mateta mencetak gol pertamanya musim ini lewat tembakan keras dari sudut sempit, memanfaatkan kesalahan umpan di lini pertahanan Besiktas untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Namun, keunggulan tersebut sirna pada menit ke-73. Junior Olaitan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang membobol gawang Palace, sekaligus mengandaskan harapan kemenangan tim tamu.
Usaha Besiktas untuk berbalik mencari gol kemenangan terhenti setelah Umit Akdag diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Jorgen Strand Larsen, yang kemudian harus ditarik keluar karena cedera. Menjelang akhir laga, pemain Palace, Daichi Kamada, sempat jatuh di dalam kotak penalti, namun wasit tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran.
Skor imbang 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. (BBC/Z-2)
