BMKG: Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 23 Oktober 2026, Waspada Angin Kencang dan Rob
Ilustrasi Angin Kencang(Magnific)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Jumat (23/10/2026). Selain potensi hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman angin kencang hingga 35 kilometer per jam serta banjir rob di kawasan Pantai Utara (Pantura).

Secara umum, cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprakirakan cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpotensi turun di sebagian besar daerah, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi Jawa Tengah bagian tengah, bagian selatan, Solo Raya, hingga Pantura.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meski hujan mulai turun.

“Meskipun peluang hujan ringan turun cukup merata di Jawa Tengah, namun pada musim kemarau ini tetap waspada terhadap kemudahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Ferry Oktarisa, Jumat (23/10/2026).

Ferry mengungkapkan, sejumlah daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Slawi, Brebes, Magelang, Semarang, Bumiayu, dan Majenang.

Sementara itu, wilayah lainnya diperkirakan berawan sepanjang hari. BMKG juga mencatat adanya potensi angin kencang dengan kecepatan sekitar 35 kilometer per jam di wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Cilacap, Purworejo, dan Wonogiri.

Angin pada umumnya bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 40–95 persen.

“Kondisi ini menjadi udara terasa cukup sejuk di tengah musim kemarau yang masih berlangsung,” tambah Ferry.

Imbauan Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Di wilayah perairan, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Efendi, menyampaikan bahwa cuaca secara umum cerah berawan hingga berawan. Ketinggian gelombang di perairan selatan berkisar 1,25–2,5 meter, sedangkan di perairan utara berkisar 0,5–1,25 meter.

Fenomena air laut pasang (rob) di perairan utara diperkirakan masih berlangsung dengan ketinggian maksimum 0,9 meter. Kondisi ini memicu banjir rob di kawasan pesisir Pantura, mulai dari Brebes hingga Rembang, yang berpotensi mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta usaha petani garam.

Selain itu, BMKG memberi peringatan terkait risiko gelombang tinggi di laut selatan. “Gelombang tinggi 1,25 – 2,5 meter di perairan selatan Jawa Tengah, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot untuk kapal nelayan dan diatas 16 knot untuk kapal tongkang serta di atas 20 knot bagi kapal barang dan penumpang,” ujar Usman. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *