Masyarakat Indonesia Sisihkan 40% Aset untuk Warisan Keluarga
Ilustrasi(Istimewa)

MASYARAKAT Indonesia berencana mengalokasikan rata-rata 40% aset finansial mereka sebagai warisan bagi anak dan keluarga. Sementara itu, sebanyak 60% aset lainnya dipersiapkan untuk mendukung kemandirian finansial pribadi. Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 tersebut mencerminkan pentingnya perencanaan keuangan untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan saat ini dan persiapan finansial bagi generasi mendatang.

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mengajak keluarga Indonesia untuk meninjau kembali kesiapan finansial dan menyiapkan perlindungan yang sesuai untuk menghadapi risiko kesehatan, ekonomi, maupun kejadian tak terduga lainnya.

Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Shierly Ge mengatakan, kebutuhan keluarga tentu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perencanaan finansial. Namun, keluarga juga perlu memiliki perlindungan agar lebih siap menghadapi risiko yang dapat memengaruhi kesehatan maupun penghasilan. 

“Dengan memahami prioritas dan risiko yang dihadapi, keluarga dapat mengambil langkah yang lebih relevan di setiap tahap kehidupan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ada sejumlah langkah yang perlu menjadi perhatian keluarga. Pertama, keluarga perlu mengenali kondisi kesehatan dan keuangan sebagai langkah awal dalam menyusun perencanaan finansial. Hal ini dapat dilakukan dengan memetakan penghasilan, pengeluaran rutin, tanggungan, utang, serta perlindungan yang telah dimiliki. Kondisi kesehatan juga perlu menjadi bagian dari evaluasi. 

Asia Care Survey mencatat bahwa 16% responden dewasa di Indonesia belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tenaga medis profesional. Pemeriksaan kesehatan berkala dan pemahaman terhadap riwayat kesehatan dapat membantu keluarga mengantisipasi kebutuhan sekaligus memperkirakan dampak finansial yang mungkin timbul.

Selain itu, keluarga perlu membangun dana darurat secara bertahap melalui alokasi rutin. Dana ini berfungsi sebagai bantalan finansial ketika menghadapi kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau gangguan penghasilan. Idealnya, dana darurat mencakup tiga hingga enam bulan pengeluaran, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan jumlah tanggungan dan kestabilan penghasilan. Agar dapat digunakan sewaktu-waktu, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang aman, likuid, dan mudah diakses.

Langkah berikutnya ialah melindungi penghasilan dan keluarga dari risiko tak terduga. Penghasilan menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, pendidikan, cicilan, serta berbagai tujuan keluarga lainnya. Apabila sumber penghasilan terganggu akibat sakit, kecelakaan, atau risiko lain, rencana keuangan keluarga juga dapat terdampak. 

Dalam hal ini, perlindungan asuransi dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko untuk membantu menjaga kondisi finansial keluarga ketika pencari nafkah tidak dapat menjalankan perannya seperti biasa. Pemilihan perlindungan perlu mempertimbangkan manfaat, risiko yang ditanggung, ketentuan polis, serta proses klaim yang berlaku.

Perencanaan finansial jangka panjang juga perlu ditinjau secara berkala seiring perubahan kebutuhan keluarga. Rencana pendidikan, masa pensiun, dan warisan perlu dievaluasi setidaknya setahun sekali atau ketika terjadi perubahan kondisi keluarga. Percakapan yang terbuka dapat membantu setiap anggota keluarga memahami prioritas dan perannya dalam mencapai tujuan bersama. Hal ini sejalan dengan temuan survei yang menunjukkan bahwa 82% orang dewasa di Indonesia percaya percakapan terbuka dan jujur mengenai masa tua dan pensiun dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.

Apabila diperlukan, keluarga dapat mencari pendampingan profesional untuk menyusun perencanaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Tenaga profesional, termasuk agen asuransi, dapat membantu memetakan kebutuhan, mengidentifikasi kesenjangan perlindungan, serta menjelaskan pilihan yang tersedia. Sebelum mengambil keputusan, keluarga perlu memahami manfaat, biaya, risiko, pengecualian, dan jangka waktu produk yang dipertimbangkan agar perlindungan yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *