
MOMENTUM besar bagi industri kreatif digital Indonesia tercipta dalam gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) Republik Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global, Tencent, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional, dengan fokus utama pada pengembangan Kekayaan Intelektual (IP) lokal, peningkatan kapasitas industri, serta membuka akses bagi kreator Indonesia menuju panggung internasional.
Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati, bersama Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn), dengan disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendukung sektor-sektor strategis seperti gim, konten digital, dan industri media agar memiliki daya saing global.
Tiga Pilar Utama Kerja Sama
Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak telah memetakan tiga bidang prioritas yang akan menjadi fondasi inisiatif di masa depan. Berikut adalah rincian fokus kerja sama tersebut:
| Bidang Fokus | Deskripsi Inisiatif |
|---|---|
| Pengembangan IP Lokal | Promosi konten kreatif berbasis budaya Indonesia dan komersialisasi IP orisinal melalui gim dan media untuk pasar global. |
| Ekosistem Digital & Teknologi | Penyelenggaraan pelatihan (master class) terkait desain gim, AI, teknologi cloud, keamanan siber, dan monetisasi konten. |
| Industri Gim & Esports | Pengembangan talenta, pendampingan studio lokal, serta perluasan akses ke jaringan penerbitan karya internasional. |
Mendorong Kreativitas Melalui Teknologi
Selain penandatanganan formal, kehadiran Tencent di WCCE 2026 juga dirasakan melalui partisipasi aktif di Creative Village Kemenekraf/Bekraf. Di sana, Tencent memamerkan berbagai judul gim populer serta platform WeTV, yang menjadi bukti nyata bagaimana konten digital dapat menjadi jembatan bagi kreativitas lokal untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn), menyatakan antusiasmenya terhadap potensi kreatif Indonesia.
“Lewat perjanjian ini, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf akan menjajaki kerja sama praktis dalam pengembangan keterampilan, pertukaran industri, dan teknologi. Kami berharap dapat menyusun inisiatif yang menjawab kebutuhan nyata komunitas kreatif di Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, kolaborasi ini juga mengakui peran penting gim dan esports dalam mengasah keterampilan masa depan, seperti kemampuan pemecahan masalah, pemikiran strategis, dan kreativitas.
Dengan dukungan teknologi dari Tencent, diharapkan pelaku usaha kreatif lokal dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di era digital yang semakin kompetitif. (Z-1)
