IHSG Hari Ini Ditutup Melonjak 1,12 Persen ke 5.387
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Kamis sore (22/10) di zona hijau. Laju positif bursa domestik ini dipicu oleh respons positif para investor terhadap langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk tidak mengubah besaran BI-Rate di angka 5,75%.

Pada penutupan bursa, IHSG tercatat melambung 59,54 poin atau setara 1,12% menuju level 5.387,90. Penguatan serupa juga dialami oleh indeks saham unggulan LQ45 yang bertambah 8,81 poin (1,64%) ke posisi 544,57.

“IHSG menguat ditopang oleh keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% selama empat bulan berturut-turut, sekaligus menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin guna mendukung stabilitas Rupiah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Nico memaparkan bahwa otoritas moneter tersebut juga akan melonggarkan rasio giro wajib minimum (GWM) secara bertahap mulai 1 November 2026. Langkah ini ditujukan untuk menambah likuiditas sekitar Rp190 triliun ke dalam sistem perbankan.

Dinamika Sentimen Pasar dan Isu Geopolitik

Meski berhasil mempertahankan posisi di zona hijau, laju kenaikan IHSG sempat tertahan oleh dinamika politik internasional dan nasional. Nico menyebutkan penguatan IHSG dibatasi oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengkritik usulan MSCI untuk mengeluarkan Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (Emerging Market) dan mengklasifikasikannya sebagai pasar mandiri (Standalone Market).

Di sisi lain, kondisi geopolitik global turut membayangi pergerakan bursa. Sentimen pasar tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah pascaserangan terhadap ladang minyak di Arab Saudi, yang meningkatkan ketegangan di Timur Tengah serta memperburuk kekhawatiran inflasi.

Sentimen negatif global ini merembet ke pasar saham regional. Bursa kawasan Asia didominasi oleh pelemahan di tengah meningkatnya tekanan jual pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), dipicu oleh kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi besar di sektor tersebut.

Pergerakan Sektoral dan Perdagangan Saham

Membuka perdagangan di zona merah, indeks domestik merambat naik hingga penutupan sesi pertama dan berlanjut hingga akhir sesi kedua. Mengacu data Indeks Sektoral IDX-IC, kenaikan dipimpin oleh sepuluh sektor utama:

  • Sektor Energi: Naik 1,88%
  • Sektor Transportasi & Logistik: Naik 1,64%
  • Sektor Infrastruktur: Naik 1,28%

Sebaliknya, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang terkoreksi dengan merosot hingga 0,66%. Deretan saham top gainers meliputi ASMI, ENAK, AYLS, BUKK, dan PNSE. Sementara jajaran top losers mencakup ALDO, ALKA, BESS, MORA, dan BAPA.

Aktivitas perdagangan hari ini membukukan frekuensi transaksi sebanyak 2,08 juta kali, dengan volume perdagangan mencapai 36,57 miliar lembar saham senilai Rp16,18 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 489 saham menguat, 216 saham melemah, dan 258 saham stagnan.

Ringkasan Bursa Regional Asia

Berbeda dengan IHSG, mayoritas indeks utama bursa Asia sore ini kompak melemah:









Indeks Perubahan Level Penutupan
Nikkei (Jepang) Anjlok 2,40% 63.070,00
Hang Seng (Hong Kong) Anjlok 3,03% 22.934,68
Kospi (Korea Selatan) Anjlok 3,52% 5.533,77
Shanghai Composite (Tiongkok) Melemah 1,48% 3.658,03
Straits Times (Singapura) Terkoreksi 0,42% 5.415,14

(ANT/E-40



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *