Goldman Sachs: Indonesia Terancam Outflow Rp100 Triliun akibat Usulan MSCI
Potensi aliran modal keluar Rp100,8 triliun jika MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia.(Dok. MSCI)

Goldman Sachs memperingatkan potensi aliran modal keluar (outflow) dari pasar modal Indonesia mencapai US$5,6 miliar atau setara Rp100,8 triliun (kurs Rp18.000/US$). Risiko ini muncul menyusul usulan MSCI untuk mereklasifikasi status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Dalam laporan riset bertanggal 18 Oktober 2026, Goldman Sachs menekankan bahwa beban pembuktian kini berada di tangan Indonesia. Pemerintah dan otoritas bursa harus menunjukkan konsistensi dalam menjalankan reformasi pasar modal guna menghindari penurunan status tersebut.

“Untuk mempertahankan status Emerging Market, Indonesia harus menunjukkan bukti yang jelas bahwa reformasi yang telah diumumkan benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan membawa perbaikan signifikan terhadap fungsi pasar,” tulis laporan Goldman Sachs yang dikutip pada Kamis (22/10).

MSCI menyoroti sejumlah masalah krusial yang menjadi dasar usulan reklasifikasi, di antaranya struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi, serta lemahnya penegakan hukum. Pelaku pasar menilai status frontier market bahkan tidak cukup untuk mencerminkan kedalaman masalah di Indonesia, sehingga MSCI mengusulkan langsung ke status standalone.

Status standalone market dinilai jauh lebih merugikan karena Indonesia akan keluar dari indeks komposit utama tanpa adanya indeks pengganti yang setara. Hal ini memicu potensi penjualan aset secara masif oleh dana pasif yang mengikuti indeks MSCI.

Meskipun masa konsultasi dibuka hingga 30 April 2027, Goldman mencatat bahwa penambahan saham baru dan kenaikan bobot indeks Indonesia saat ini telah ditangguhkan. Jika usulan ini disetujui pada Juni 2027, implementasi penuh diperkirakan dimulai pada tinjauan indeks kuartalan Agustus 2027.

Selain dana pasif sebesar Rp100,8 triliun, terdapat risiko tambahan sebesar US$2,7 miliar jika FTSE Russell mengikuti langkah serupa. Goldman juga mencatat adanya dana aktif senilai lebih dari US$8 miliar yang memegang saham Indonesia, meski aksi jual pada kategori ini bersifat diskresioner atau tergantung keputusan pengelola dana.

Estimasi outflow Rp100,8 triliun setara dengan 18 hari rata-rata volume transaksi harian saham konstituen MSCI Indonesia IMI. (Goldman Sachs/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *