
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (21/10). Tekanan terhadap mata uang domestik ini dipicu oleh sentimen negatif pasar terkait ketidakpastian rencana reklasifikasi indeks MSCI yang berisiko memicu pelarian modal asing (capital outflow).
Rupiah tercatat merosot 30 poin atau 0,17% ke level Rp18.022 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di angka Rp17.992 per dolar AS.
Dampak Rencana MSCI terhadap Stabilitas Rupiah
Muhammad Amru Syifa, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), mengungkapkan bahwa isu perubahan status pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi faktor utama yang membuat investor cenderung berhati-hati.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan terhadap rupiah di tengah upaya menjaga stabilitas pasar keuangan,” ujar Amru di Jakarta, Rabu.
Respons Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Guna meredam tekanan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan sejumlah langkah strategis melalui kebijakan moneter terbaru:
- BI-Rate: Dipertahankan pada level 5,75%.
- Deposit Facility: Dinaikkan menjadi 5,00%.
- Lending Facility: Dipertahankan pada tingkat 6,50%.
Intervensi ini merupakan bagian dari optimalisasi instrumen moneter untuk menahan laju pelemahan nilai tukar. BI juga terus memperkuat insentif pada instrumen lindung nilai Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menarik minat investor asing sekaligus menjaga likuiditas pasar valas domestik.
Pengaruh Indeks Dolar dan Risiko Geopolitik Global
Di pasar global, Indeks Dolar AS (DXY) terpantau stabil di kisaran 101,79 pada 21 Oktober 2026. Meski imbal hasil obligasi AS menunjukkan tren penurunan yang seharusnya menguntungkan mata uang negara berkembang, risiko eksternal lainnya tetap membayangi.
“Penurunan imbal hasil obligasi AS berpotensi mendukung rupiah, tetapi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak masih menjadi risiko yang dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS,” tambah Amru.
Proyeksi pergerakan kurs ke depan akan sangat bergantung pada efektivitas intervensi Bank Indonesia, fluktuasi DXY, serta respons pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi domestik.
Update Kurs JISDOR Bank Indonesia
Berbeda dengan dinamika di pasar spot, nilai tukar acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menunjukkan penguatan tipis pada hari ini:
Data Kurs JISDOR (21/10/2026):
- JISDOR Hari Ini: Rp17.986 per dolar AS
- JISDOR Sebelumnya: Rp18.006 per dolar AS
(ANT/E-4)
