
PEREMPUAN memiliki peran yang semakin penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, menunjukkan kontribusi signifikan perempuan dalam menggerakkan perekonomian keluarga maupun nasional.
Sementara dari World Health Organization (WHO), perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan dan depresi dibandingkan laki-laki, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, sosial, dan ekonomi.
Hal ini menegaskan pentingnya membangun ketahanan perempuan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas ekonomi dan literasi keuangan, tetapi juga melalui dukungan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan diri.
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menyampaikan ada kegiatan Aman Untuk Semua 2026 yang dilakukan oleh AXA Financial Indonesia untuk memberdayakan lebih banyak perempuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, pengembangan psikologis, dan kemampuan profesional mereka lewat sesi peningkatan keterampilan dan peluang bisnis.
“Sejak 2020, Aman Untuk Semua telah berkembang dari inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran (awareness) menjadi program pemberdayaan berkelanjutan yang membekali perempuan dengan keterampilan kewirausahaan, penguatan kesehatan mental, serta berbagai kemampuan untuk mendukung pengembangan diri,” kata Niharika, Rabu (21/10).
“Kami percaya bahwa perempuan memegang peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Ketika perempuan tumbuh lebih berdaya dan tangguh, mereka turut memperkuat fondasi keluarga yang tangguh,” sambungnya.
Sebanyak 55 perempuan wirausaha mendapatkan wawasan dan praktik sederhana untuk mengenali pemicu stres, memahami emosi, membangun resiliensi, serta menerapkan strategi menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan kehidupan dan usaha.
Workshop yang diselenggarakan oleh AXA Financial Indonesia, AXA Sharia Life Insurance bersama Liberty Society Foundation dengan dukungan ini juga menjadi ruang aman bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan dukungan, dan memperkuat rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai perubahan dan ketidakpastian.
Direktur Liberty Society Foundation, Tamara Gondo, menambahkan dari ratusan perempuan wirausaha yang didampingi terlihat pola yang sama, yaitu ketahanan finansial tanpa ketahanan mental hanya menghasilkan ketahanan yang rapuh.
“Kolaborasi dengan AXA Financial Indonesia dan AXA Sharia Life Insurance ini penting karena menutup celah itu secara utuh dari literasi keuangan, keterampilan produksi ramah lingkungan, hingga kesehatan mental sebagai satu rangkaian pemberdayaan yang saling menguatkan. Kami berharap model ini bisa direplikasi lintas sektor, karena perempuan wirausaha di Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang aman seperti ini,” ujar dia.
Dalam rangkaian Program Aman untuk Semua 2026 yang dilakukan sejak Juli 2026 telah menjangkau lebih dari 130 perempuan, termasuk ibu rumah tangga dan perempuan wirausaha dari berbagai komunitas.
Program ini berfokus pada pemberdayaan perempuan, yaitu edukasi dan perencanaan keuangan, pengembangan keterampilan usaha, serta kesehatan mental dan kesejahteraan diri. Melalui tiga sesi utama bertema Berdaya Finansial, Berdaya Keterampilan Usaha, dan Berdaya Mental. (H-2)
