
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan keterlibatan perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga tersangka utama dalam kasus korupsi dana siap pakai penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus penyidikan saat ini mengarah pada manipulasi proyek pengadaan yang diduga sengaja memenangkan entitas bisnis milik istri tersangka Bima Setiawan (BMS).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penyidik tengah mengurai jaring konflik kepentingan dalam proses lelang dan penunjukan langsung di BNPB. “Beberapa perusahaan, komisaris utamanya ataupun direkturnya adalah istri dari BMS. Tentu itu semuanya menjadi materi pendalaman oleh penyidik terkait unsur adanya dugaan konflik kepentingan,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (21/10).
Bima Setiawan diketahui merupakan adik dari mantan Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Selain hubungan kekeluargaan tersebut, BMS juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Kepala BNPB saat pimpinan tersebut masih aktif menjabat.
Skema Plotting Proyek dan Aliran Dana
KPK menduga terdapat skenario terstruktur untuk memenangkan vendor tertentu dalam pengerjaan proyek bantuan bencana. Penelusuran tidak hanya terbatas pada pengondisian lelang, tetapi juga menyasar arus aliran dana dari pihak swasta kepada pejabat internal BNPB.
“Ada dugaan beberapa proyek ini memang sengaja di-plotting untuk dimenangkan pihak-pihak tertentu, di antaranya ada perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu tersangka, yaitu BMS,” tambah Budi. Selain afiliasi perusahaan, penyidik juga membidik potensi suap dan gratifikasi terkait detail proyek, waktu pelaksanaan (tempus), hingga jumlah dana yang terlibat.
| Kasus Utama | Dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana BNPB |
| Awal Mula | OTT KPK 13 Oktober 2026 (15 orang diamankan) |
| Tersangka | 5 Orang (Ditetapkan 14 Oktober 2026) |
| Total Aset Disita | Rp5,47 Miliar (Tunai, Emas, Kripto) |
Daftar Tersangka dan Koordinasi Militer
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam skandal ini:
- Bima Setiawan (BMS): Tenaga Ahli / Adik mantan Kepala BNPB.
- Gabriel Purwaka Sigit: PPK / Kasubdit Pengelolaan Bantuan & Dana Kedaruratan BNPB.
- Richard Erlangga: Tenaga Ahli Kepala BNPB.
- Gery Prasetiawan: Direktur PT Trans Lintas Selaras.
- Syifa Nrika Ghifarin: Pihak Swasta.
Dalam perkembangannya, KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis, termasuk ruang kerja Kepala BNPB. Mengingat Letjen TNI Suharyanto masih menjabat sebagai Kepala BNPB saat OTT terjadi, KPK membangun koordinasi dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Lembaga antirasuah tersebut mengonfirmasi akan segera menyurat secara resmi kepada Panglima TNI untuk memproses dugaan keterlibatan prajurit TNI aktif dalam skandal korupsi dana kebencanaan ini. (ANT/E-4)
