
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno-Welirang kawasan Tahura Raden Soerjo, Jawa Timur, meluas sampai 736,8 hektare pada Rabu (21/10) siang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan hingga pukul 12.00 WIB.
“Berdasarkan pemantauan secara visual masih terlihat kepulan asap di Area Pecalukan (Kop Kopan) dan Bukit Limas, terantau api mengarah ke Tretes,” ujar Satriyo.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman secara manual dan memantau perkembangan titik api di sejumlah lokasi.
Untuk mencegah rambatan api supaya tidak mendekat ke permukiman, petugas telah melakukan penyekatan. Petugas menyebut jarak titik api dari permukiman warga diperkirakan hanya sekitar 2–3 kilometer.
Hingga saat ini, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung dan tidak ada laporan korban jiwa,” katanya.
Upaya penanganan karhutla Arjuno-Welirang, sebanyak 64 personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman darat.
UPT Tahura R. Soerjo juga memberangkatkan 40 personel melalui jalur Claket yang dibagi menjadi dua tim untuk menuju Bukit Lali Jiwo dan Bukit Torong Bunder Sajen.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan melalui situs SiPongi, masih terdapat 53 titik panas di kawasan Arjuno-Welirang.
“Dari jumlah tersebut, satu titik masuk kategori tinggi dan 52 titik kategori sedang,” katanya.
Petugas juga menghadapi kendala serupa dalam menangani karhutla di Gunung Argupuro.
“Medan terjal dan lokasi titik api yang sulit dijangkau sehingga pemadaman secara manual tidak dapat dilakukan di sejumlah titik,” ujar Satriyo.
BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Argopuro dan BPBD Kabupaten Situbondo untuk memantau perkembangan situasi.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian karhutla di kedua kawasan tersebut. (FL)
