
PERTARUNGAN antara Satoru Gojo dan Ryomen Sukuna dalam serial Jujutsu Kaisen menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah manga dan anime modern. Duel yang dijuluki sebagai “Pertarungan Terkuat” ini mempertemukan penyihir terkuat di era modern dengan raja kutukan dari era Heian.
Berikut adalah fakta-fakta utama mengenai pertarungan epik tersebut berdasarkan alur cerita Shinjuku Showdown Arc:
1. Adu Domain Expansion yang Intens
Pertarungan dimulai dengan adu Domain Expansion yang sangat teknis. Gojo menggunakan Unlimited Void, sementara Sukuna melepaskan Malevolent Shrine. Keunikan Domain Sukuna yang tidak memiliki penghalang (barrier-less) memungkinkannya menyerang bagian luar domain Gojo, yang akhirnya memaksa Gojo untuk terus beradaptasi dan memulihkan teknik kutukannya dengan energi kutukan terbalik (RCT).
2. Penggunaan Mahoraga sebagai Kunci
Salah satu faktor penentu dalam laga ini adalah penggunaan Ten Shadows Technique oleh Sukuna, khususnya pemanggilan Eight-Handled Sword Divergent Sila Divine General Mahoraga. Sukuna menggunakan Mahoraga untuk beradaptasi dengan teknik Infinity (Limitless) milik Gojo. Proses adaptasi ini dilakukan secara diam-diam oleh Sukuna saat ia menerima serangan di dalam domain.
3. Teknik Black Flash dan Output Energi
Selama pertarungan, Gojo berhasil mendaratkan beberapa serangan Black Flash yang meningkatkan output energi kutukannya kembali ke level maksimal. Hal ini sempat membuat Sukuna terdesak, terutama saat Gojo berhasil menggabungkan teknik Blue dan Red untuk menciptakan Hollow Purple skala besar yang menghancurkan area sekitar Shinjuku.
4. Evolusi Teknik Sukuna: World Cutting Slash
Fakta yang paling mengejutkan adalah bagaimana Sukuna berhasil memenangkan pertarungan. Setelah melihat cara Mahoraga beradaptasi dengan memotong ruang itu sendiri, Sukuna meniru prinsip tersebut. Ia menciptakan teknik World Cutting Slash (Tebasan Pembelah Dunia) yang tidak menargetkan Gojo secara fisik, melainkan menargetkan ruang dan dunia di mana Gojo berada, sehingga menembus pertahanan Infinity.
Pertarungan ini berakhir di Chapter 236 manga Jujutsu Kaisen, yang memicu perdebatan luas di kalangan penggemar mengenai nasib akhir Satoru Gojo dan dominasi absolut Ryomen Sukuna sebagai Raja Kutukan.
5. Dampak Terhadap Dunia Jujutsu
Kekalahan Gojo memberikan dampak instan bagi para penyihir lainnya. Tanpa “Payung Pelindung” terkuat, para murid Gojo seperti Yuta Okkotsu, Yuji Itadori, dan Maki Zenin harus segera turun ke medan tempur untuk menghadapi Sukuna yang sudah dalam kondisi terluka namun tetap sangat berbahaya.
Pertarungan ini bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan adu kecerdasan taktis dan pemahaman mendalam mengenai esensi energi kutukan. Hingga saat ini, duel Gojo vs Sukuna tetap menjadi standar tertinggi aksi dalam genre Shonen. (Z-4)
