Teknologi Biomedis Buka Peluang Baru dalam Perawatan Estetika Regeneratif
Nordberg Medical, perusahaan bioteknologi asal Swedia, fokus pada pengembangan, produksi, dan komersialisasi biomaterial medis canggih.(Dok. Nordberg Medical)

PERKEMBANGAN bioteknologi membuka peluang baru dalam dunia kedokteran estetika melalui pemanfaatan biomaterial yang dirancang untuk mendukung proses regenerasi alami tubuh. Pendekatan ini menjadi salah satu arah pengembangan estetika regeneratif yang mengedepankan inovasi berbasis sains dan penerapan teknologi dalam praktik klinis.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut adalah Nordberg Medical, perusahaan bioteknologi asal Swedia yang berfokus pada pengembangan, produksi, dan komersialisasi biomaterial medis canggih.

Perusahaan ini mengembangkan solusi regeneratif dengan memadukan pendekatan ilmiah dan teknologi biomaterial untuk mendukung potensi regenerasi alami tubuh, termasuk dalam bidang kedokteran estetika.

Country Leader Nordberg Medical Indonesia, Eka Meliasari Khu, menjelaskan bahwa pengembangan estetika regeneratif merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendekatan perawatan yang didasarkan pada pemahaman ilmiah mengenai proses penuaan dan kemampuan regenerasi tubuh.

“Pengembangan estetika regeneratif berangkat dari pemahaman bahwa tubuh memiliki potensi regenerasi alami. Melalui inovasi biomaterial yang didukung penelitian ilmiah, kami berupaya menghadirkan solusi yang dapat mendukung proses tersebut sekaligus memberikan pendekatan baru dalam perawatan estetika,” ujar Eka dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).

Menurutnya, penerapan inovasi bioteknologi dalam kedokteran estetika perlu didukung pengembangan penelitian, standar klinis, dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Nordberg Medical menjalankan pendekatan tersebut melalui Nordberg Medical Institute, yang mempertemukan dokter klinis, peneliti, dan penasihat untuk mendukung pengembangan produk, penetapan standar klinis, serta edukasi bagi tenaga profesional.

Melalui kemitraan penelitian dan program pelatihan terstruktur, perusahaan berupaya memastikan perkembangan ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam praktik klinis.

“Pengembangan teknologi medis tidak dapat dipisahkan dari integritas ilmiah dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Karena itu, kami menempatkan penelitian, edukasi, dan kolaborasi dengan para profesional medis sebagai bagian penting dalam pengembangan solusi estetika regeneratif,” jelas Eka.

Salah satu inovasi yang dikembangkan Nordberg Medical adalah JULÄINE of Sweden, produk injeksi berbasis poly-L-lactic acid (PLLA) yang dikembangkan sebagai stimulator kolagen dalam bidang estetika regeneratif. Produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan platform biomaterial perusahaan yang berfokus pada pendekatan regeneratif.

Perjalanan pengembangan teknologi ini telah berlangsung selama beberapa tahun. Pada 2021, JULÄINE memperoleh tanda CE sebagai produk stimulasi kolagen regeneratif untuk penggunaan profesional.

Pada tahun yang sama, Nordberg Medical juga memperoleh sertifikasi ISO 13485 dan memulai kegiatan produksi di fasilitas manufaktur pertamanya di Swedia. Ekspansi perusahaan berlanjut pada 2022 melalui perluasan jangkauan komersial di Eropa, pembukaan kantor regional di Hong Kong, serta pembangunan fasilitas manufaktur kedua di Swedia.

Dari sisi penelitian, Nordberg Medical mengembangkan white paper pertamanya pada 2023 melalui kerja sama dengan Research Institutes of Sweden (RISE). Perusahaan juga menjalin kolaborasi ilmiah dengan Karolinska Institutet untuk mendukung pengembangan inovasi biomaterial regeneratif.

Pada 2024, perusahaan mendaftarkan LASYNPRO, teknologi bioaktivasi eksklusif yang menjadi bagian dari pengembangan platform biomaterialnya. Di tahun yang sama, JULÄINE diperkenalkan kepada komunitas estetika Eropa melalui peluncuran di Spanyol.

Nordberg Medical juga memperoleh sertifikasi Medical Device Regulation (MDR) dan Medical Device Single Audit Program (MDSAP) untuk produk tersebut sebagai bagian dari penguatan standar dan kepatuhan regulasi internasional.

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam pengembangan pasar internasional Nordberg Medical. Pada akhir 2024, perusahaan memperoleh sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk registrasi JULÄINE di Indonesia.

Selanjutnya, pada kuartal kedua 2025, Nordberg Medical membentuk perwakilan di Indonesia dan mulai memperkenalkan produk tersebut kepada tenaga kesehatan. Pada 2026, perusahaan melanjutkan pengembangan pasar melalui peluncuran JULÄINE of Sweden kepada tenaga kesehatan di Indonesia.

Eka menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pengenalan teknologi, tetapi juga pengembangan ekosistem yang mendukung pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas praktik estetika.

“Kehadiran Nordberg Medical di Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas akses terhadap inovasi estetika regeneratif. Kami juga ingin membangun kolaborasi jangka panjang dengan tenaga kesehatan melalui edukasi dan pengembangan pengetahuan berbasis sains,” ungkapnya.

Dalam pengembangan internasionalnya, JULÄINE saat ini telah memperoleh izin penggunaan di lebih dari 35 negara. Nordberg Medical juga menyebut lebih dari 30 studi klinis sedang dalam tahap pengembangan untuk mendukung penelitian lanjutan di bidang estetika regeneratif. Selain Indonesia, perusahaan memperluas kehadirannya ke Polandia dan kawasan Gulf Cooperation Council (GCC).

Eka menambahkan bahwa penelitian dan pengembanga nteknologi menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi estetika regeneratif dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan praktik kedokteran.

“Melalui kolaborasi antara peneliti, tenaga medis, dan pelaku industri, kami berharap perkembangan teknologi biomaterial dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan kedokteran estetika, dengan tetap mengutamakan pendekatan ilmiah dan kualitas perawatan,” pungkasnya. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *