
PELATIH Real Madrid Jose Mourinho menegaskan tidak ada pemain yang mendapat keistimewaan atau jaminan tempat di tim utama. Pernyataan itu ditujukan kepada Vinicius Junior dan seluruh pemain bintang Madrid di tengah persaingan memperebutkan posisi inti.
Mourinho menyampaikan sikap tersebut menjelang laga Real Madrid melawan RB Leipzig dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis (22/10) dini hari. Vinicius dipastikan tersedia untuk pertandingan itu meski tengah menjalani hukuman larangan bermain empat pertandingan di La Liga akibat insiden menarik rambut lawan.
Performa Vinicius yang belum konsisten musim ini turut menjadi sorotan. Posisi pemain sayap asal Brasil itu juga mendapat tekanan dari Yan Diomande, pemain sayap Pantai Gading yang tampil impresif dalam beberapa pekan terakhir. Diomande mencetak gol saat Madrid mengalahkan Sevilla di La Liga ketika Vinicius absen.
Menanggapi kemungkinan perubahan komposisi pemain, Mourinho menegaskan bahwa status bintang tidak menjamin seseorang akan terus menjadi pilihan utama. Menurut pelatih asal Portugal itu, penampilan di lapangan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan posisi seorang pemain di tim.
“Yang tidak bisa diganggu gugat hanyalah lambang klub. Saya tidak menyukai konsep pemain yang tidak tersentuh,” kata Mourinho kepada wartawan.
“Seorang pemain tidak menjadi tak tergantikan karena statusnya, jabatan kapten, lamanya membela klub, atau besarnya biaya transfer. Hal yang membuatnya tak tergantikan adalah performanya di lapangan,” ujarnya.
Mourinho memastikan Vinicius akan bermain di sayap kiri saat menghadapi Leipzig. Namun, dia belum memutuskan apakah Diomande juga akan diturunkan sejak awal pertandingan.
Madrid membidik kemenangan ketiga secara beruntun di fase grup Liga Champions. Meski demikian, performa mereka di kompetisi domestik masih menjadi pekerjaan rumah.
Madrid berada di peringkat ketiga La Liga, tertinggal enam poin dari Barcelona yang memimpin klasemen. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada akhir pekan.
Mourinho mengakui skuadnya masih jauh dari level permainan yang ingin dicapai. Dia menilai pembenahan harus terus dilakukan, baik dari sisi individu pemain maupun permainan tim secara keseluruhan.
“Masih jauh dari yang kami inginkan. Kami baru bekerja bersama selama tiga atau empat bulan, sehingga mustahil mencapai level yang ditargetkan dalam waktu sesingkat itu,” kata Mourinho.
Tuntutan di klub sebesar Real Madrid sangat tinggi. Pengalaman Mourinho menangani Madrid pada periode 2010-2013 membuatnya memahami tekanan dan ekspektasi yang harus dihadapi.
“Saya memahami bahwa tuntutan di klub ini sangat tinggi. Saya tidak boleh kehilangan arah, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya. (AFP/P-3)
