Kekeringan di Cilacap Meluas, 70.557 Warga Bergantung Pasokan Air Bersih
Ilustrasi(Dok BPBD Cilacap)

BENCANA kekeringan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih berdampak terhadap puluhan ribu warga. Hingga Minggu (18/10) BPBD Cilacap telah menyalurkan 9,144 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 95 desa dan kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan, distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Cilacap periode 13 Juli hingga 18 Oktober 2026, bantuan air bersih tersebut telah menjangkau 31.239 kepala keluarga (KK) atau 70.557 jiwa. “Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami juga melakukan pemantauan dan pendataan agar penyaluran bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan,” kata Taryo.

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 2,085 juta liter atau 418 tangki bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sementara itu, dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pihak lainnya mencapai 7,059 juta liter atau 1.392 tangki. Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.810 tangki air bersih.

Penanganan kekeringan tersebut melibatkan berbagai pihak. Sebanyak 67 unsur CSR dan donatur, mulai dari instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, komunitas, hingga masyarakat, turut berkontribusi dalam penyediaan air bersih.

Distribusi air bersih telah menjangkau 20 kecamatan, yakni Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampunglaut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, Majenang, Karangpucung, dan Sampang.

Pada Minggu (18/10/), BPBD bersama sejumlah pihak kembali menyalurkan 16 tangki air bersih ke 11 desa dan kelurahan di enam kecamatan. “Sebelas lokasi penerima bantuan tersebut meliputi Desa Segaralangu, Desa Kunci, Desa Karanggedang, Desa Karangkemiri, Desa Prapagan, Kelurahan Kutawaru, Desa Kubangkangkung, Desa Kuripan, Desa Babakan, Desa Ujungmanik, dan Desa Jangrana,”katanya.

Penyaluran dilakukan dengan dukungan APBD Kabupaten Cilacap serta kontribusi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan dampak kekeringan. BPBD Cilacap terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, lembaga sosial, serta para donatur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama kekeringan berlangsung. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *