Gadai Emas Ditawarkan sebagai Alternatif Modal Usaha
ilustrasi(Amani Bank)

Kepemilikan emas dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh tambahan modal melalui skema gadai. Salah satu layanan yang menyasar kebutuhan tersebut hadir di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, dengan plafon pembiayaan hingga Rp250 juta per nasabah.

Direktur Utama PT Amani Emas Indonesia, Rendy Saputra, mengatakan pemilihan Pasar Lama mempertimbangkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Layanan gadai emas diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan tambahan modal, termasuk pelaku usaha.

“Kami mendekat ke Pasar Lama ini arahnya ke situ, untuk permodalan dan seterusnya,” ujar Rendy seusai pembukaan gerai pada Sabtu (17/10), seperti dikutip pada Minggu (18/10).

Melalui layanan ini, masyarakat dapat menjadikan emas sebagai agunan untuk memperoleh pembiayaan dengan skema syariah. Nilai agunan ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar dan berat emas sebelum transaksi dilakukan. Selain gadai, gerai tersebut melayani jual beli emas, termasuk transaksi pembelian kembali atau buyback. Rendy mengatakan pemeriksaan kadar dan gramasi menjadi bagian dari proses penilaian emas milik pelanggan.

“Toko buyback emas modern ini, insya Allah karatnya tidak dikurangi. Bisa cek kadar dan harganya, bisa diberikan harga yang terbaik. Yang berbeda dengan toko lain, di sini juga bisa gadai,” kata Rendy.

Di balik kemudahan akses pembiayaan, calon nasabah perlu memahami biaya dan ketentuan yang berlaku. Dalam pengenalan produk, biaya titip atau ujrah disebut sebesar 2% per bulan dari nilai emas yang dititipkan. Besaran tersebut menjadi salah satu komponen yang perlu diperhitungkan sebelum nasabah mengajukan pembiayaan. Selain nilai taksiran emas, calon nasabah perlu memahami dasar pengenaan biaya, jangka waktu, serta kewajiban yang tercantum dalam akad.

Layanan gadai di gerai Pasar Lama dijalankan melalui kerja sama Amani Emas dengan Amani Bank. Keduanya berada di bawah Sistem Amani, tetapi memiliki fungsi berbeda. Amani Emas menangani transaksi emas dan menyediakan jaringan gerai, sedangkan Amani Bank menyalurkan pembiayaan.

Direktur Utama Amani Bank, Endro Yuniaryo, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mendekatkan akses pembiayaan kepada masyarakat melalui jaringan gerai emas.

“Dengan kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat melalui gerai Amani Emas. Jadi, masyarakat bisa mengakses layanan gadai emas dengan lebih mudah tanpa harus selalu datang ke kantor bank,” ujar Endro.

Model tersebut memungkinkan perluasan jangkauan layanan tanpa harus membuka kantor cabang bank baru di setiap wilayah. Namun, kemudahan akses perlu diimbangi transparansi dalam penilaian agunan, pengenaan biaya, dan penjelasan hak serta kewajiban nasabah berdasarkan akad yang digunakan.

Target Transaksi Rp100 Juta per Hari

Amani Emas memperkirakan kebutuhan alokasi dana untuk mendukung operasional layanan gadai berkisar Rp2 miliar hingga Rp4 miliar per gerai. Untuk lokasi Pasar Lama, perusahaan menargetkan transaksi sekitar Rp100 juta per hari dengan volume transaksi emas sekitar 30-40 gram.

Perusahaan juga berencana memperluas jaringan gerai ke sejumlah wilayah lain. Realisasi ekspansi dan target transaksi tersebut akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjangkau kebutuhan masyarakat serta menjaga transparansi dalam penilaian emas dan ketentuan pembiayaan. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *