Polisi Selidiki Penemuan Mayat Perempuan Membusuk di Kecamatan Blado Batang
Ilustrasi .(Antara)

PENEMUAN mayat perempuan dengan kondisi sebagian tubuh membusuk di aliran Sungai Genting, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, masih misteri. Kepolisian setempat juga sedang menyelidiki untuk mengungkap kasus tersebut.

Jasad diduga berjenis kelamin perempuan yang sebagian tubuhnya telah membusuk hingga terlihat tulang itu masih berada di ruang jenazah RSUD Batang. 

Tim medis dan dokter masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap jasad yang pertama kali ditemukan pada Sabtu (17/10) sore di aliran sungai yang mengering.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang warga, Heru Ghufron dan Parihin, saat tengah menyusuri kawasan di sekitar Sungai Genting. 

Penemuan itu sontak menyebar dan membuat pihak kepolisian segera turun tangan. “Ketika sedang membuat vidio, tiba-tiba melihat sisik mayat itu, ” ujar Heru, seperti dikutip, Minggu (18/10).

Keduanya lalu menuju ke area los teh Sibiting dan menceritakan kejadian itu kepada rekan mereka yang berjualan. Informasi tersebut meluas hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Blado, Kabupaten Batang.

HASIL PEMERIKSAAN RSUD BATANG

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal tim medis RSUD Batang pada jasad yang ditemukan di sungai kering akibat kemarau panjang tersebut, diketahui korban berjenis kelamin perempuan, berusia sekitar 40 hingga 50 tahun, tinggi badan 150 cm, dan berambut sepanjang 25 cm. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 3 hingga 4 pekan lalu.

Dokter RSUD Batang, Farah Alifiah Hasna, menjelaskan bahwa kondisi sebagian tubuh yang rusak cukup menyulitkan proses identifikasi awal. 

Namun, barang dan pakaian yang melekat pada jasad diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengenali korban. Korban diketahui mengenakan celana training serta kaus berwarna abu-abu dengan lengan biru dongker di bawah tubuhnya.

“Kami belum dapat mengidentifikasi dan belum dapat disimpulkan penyebab kematiannya karena kondisi korban sudah dalam keadaan tulang belulang,” ujar Farah.

KEPOLISIAN LAKUKAN UJI DNA

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polresta Batang Komisaris Bintoro Tio Pratama menegaskan bahwa jajarannya masih terus mendalami kasus penemuan mayat di Sungai Genting ini. 

Selain menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi maupun warga, petugas juga berfokus pada hasil pemeriksaan medis jasad.

Pemeriksaan medis lanjutan, lanjut Bintoro, diharapkan mampu melacak identitas asli korban, salah satunya melalui uji laboratorium DNA bekerja sama dengan Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polresta Batang.

“Lebih mendalam lagi dari pemeriksaan itu, nantinya dapat diketahui penyebab kematian korban yang diperkirakan sekitar 3-4 pekan sebelum ditemukan, ” tandasnya. (AS/P-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *