Kenali Perubahan Drastis Pada Tubuh Ketika Infeksi Tuberkulosis
Ilustrasi Tuberkulosis(Magnific)

TUBERKULOSIS atau TBC merupakan penyakit menular serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini umumnya menyerang organ paru-paru dan dapat menyebar melalui percikan liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin, bahkan berpotensi meluas ke organ lain seperti otak dan tulang belakang.

Dilansir dari Halodoc, dalam banyak kasus, infeksi TBC kerap tidak disadari sejak dini karena keberadaan kondisi TB laten, yaitu situasi di mana bakteri berada dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala aktif selama bertahun-tahun. Namun, ketika infeksi mulai aktif, tubuh sebenarnya menunjukkan berbagai sinyal perubahan biologis mendasar yang seringkali luput dari perhatian.

1. Penurunan Berat Badan

Salah satu perubahan fisik paling mencolok pada penderita TBC adalah penurunan berat badan secara signifikan yang diiringi tubuh yang makin melemah. Ditinjau oleh dr. Fadhli Rizal Makarim dari Halodoc, fenomena ini bukan sekadar akibat kurang makan biasa, melainkan respons biokimia tubuh terhadap infeksi.

Pada penderita TBC, terjadi peningkatan konsentrasi hormon leptin plasma di dalam darah.Lonjakan kadar leptin ini bekerja menekan pusat nafsu makan secara masif di otak, sehingga penderita kehilangan selera makan sama sekali. Kombinasi hilangnya nafsu makan dan penekanan sistem imun ini secara bertahap menggerogoti daya tahan tubuh serta memperburuk respons terhadap peradangan.

2. Keringat Malam

Perubahan kondisi tubuh lainnya yang kerap dikira efek cuaca panas atau stres biasa adalah munculnya keringat berlebih di malam hari.

Keringat malam yang terjadi secara berulang hingga membasahi pakaian dan seprai merupakan indikator klinis bahwa sistem kekebalan tubuh sedang memforsir energi secara luar biasa untuk melawan tingkat infeksi yang sangat tinggi di dalam jaringan tubuh.

3. Demam dan Kelelahan

Berbeda dengan penyakit infeksi akut yang ditandai demam tinggi mendadak, TBC seringkali hanya menunjukkan pola demam ringan yang berlangsung konsisten selama berminggu-minggu disertai menggigil.

Di saat yang sama, penderita akan merasakan kelelahan kronis dan lemas yang tidak kunjung hilang meskipun sudah cukup beristirahat. Kondisi ini mencerminkan energi internal tubuh yang terus-menerus dialihkan untuk menahan laju perkembangbiakan bakteri pernapasan.

4. Nyeri Dada dan Kerusakan Jaringan Paru-paru

Seiring berjalannya infeksi, jaringan paru-paru akan mengalami peradangan dan kerusakan progresif. Kondisi ini kerap memicu rasa tidak nyaman atau nyeri di area dada yang sering disalah artikan sebagai mulas atau nyeri otot biasa.

Apabila penghancuran jaringan paru-paru semakin memburuk, batuk berdahak yang dialami penderita dapat disertai noda atau bercak darah, yang menandakan telah terjadinya luka pada saluran pernapasan.

5. Kelompok Yang Berisiko Tinggi

Pemeriksaan medis secara dini sangat disarankan apabila seseorang mengalami rangkaian perubahan kondisi tubuh tersebut, terutama bagi individu yang berada dalam situasi berisiko tinggi.

Kelompok yang paling rentan terinfeksi TBC meliputi perokok, penderita diabetes, penderita HIV/AIDS, pengidap gangguan ginjal parah, pasien kanker kepala dan leher, individu yang menjalani kemoterapi, serta petugas kesehatan atau warga yang tinggal dan bekerja di lingkungan rumah sakit maupun panti jompo. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *