Pengolahan Limbah Sawit Ditargetkan Pangkas Emisi 28.000 Ton per Tahun
Penandatanganan perjanjian jual beli selama 15 tahun dengan PT Gagas Energi Indonesia.(Dok. MI)

LIMBAH cair pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara akan diolah menjadi gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) dengan kapasitas produksi yang diproyeksikan mencapai lebih dari 102.000 MMBtu per tahun. Pasokan gas tersebut telah memiliki kepastian penyerapan melalui perjanjian jual beli selama 15 tahun dengan PT Gagas Energi Indonesia.

Chief Executive Officer/Director PT reNIKOLAPrimer Satu, Amran Yusof, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan fasilitas produksi biometana di Indonesia. Perusahaan menargetkan pembangunan 40 fasilitas produksi biometana dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Kami berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan 40 fasilitas produksi biometana di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Target ini realistis, didukung oleh proyek-proyek yang telah memiliki perjanjian kerja sama yang ditandatangani serta portofolio proyek potensial yang kuat,” ujar Amran, Jumat (16/10).

Proyek di pabrik kelapa sawit milik PT Karya Pratama Niagajaya (KPNJ), anak perusahaan PT Mahkota Group Tbk, di Sumatera Utara tersebut dikembangkan melalui skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT). Nilai investasinya mencapai lebih dari US$5 juta, dengan target mulai beroperasi secara komersial pada kuartal II 2028.

Dalam proyek yang dikembangkan dari tahap awal (greenfield) ini, reNIKOLA akan membangun fasilitas pengolahan anaerobik untuk menghasilkan biogas dari limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME). Biogas tersebut kemudian dimurnikan menjadi CBG sebelum dipasok kepada PGN Gagas sesuai perjanjian yang telah disepakati.

Selain menghasilkan energi, proyek ini diperkirakan dapat menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) setiap tahun. Pengurangan emisi dilakukan melalui penangkapan gas metana dari limbah cair yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer.

Amran mengatakan perusahaan akan terus bekerja sama dengan Pertamina dan anak-anak perusahaannya untuk memperluas pengembangan biometana serta mendukung pencapaian target kontribusi iklim nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

“Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan Pertamina beserta anak-anak perusahaannya untuk meningkatkan pengembangan biometana dan berkontribusi terhadap target NDC Indonesia,” katanya.

Proyek tersebut menjadi proyek CBG ke-10 yang dikembangkan reNIKOLA di Indonesia. Model pemanfaatan limbah sawit menjadi gas terbarukan ini juga berpotensi diterapkan di pabrik kelapa sawit lainnya di Indonesia maupun kawasan regional. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *