
Akses terhadap bacaan bertema kelautan menjadi salah satu cara strategis untuk mengenalkan dunia maritim kepada anak sejak dini. Upaya ini diwujudkan melalui revitalisasi tiga unit mobil perpustakaan keliling milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor yang kini dilengkapi dengan koleksi buku khusus tentang laut dan kemaritiman.
Program tersebut dijalankan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Ocean LiteraSEA. Peresmian armada perpustakaan ini berlangsung dalam kegiatan Bahtera LiteraSEA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Sedunia.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara PIS dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Yayasan Inovasi Muda, serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan.
Menumbuhkan Generasi Pelindung Lautan
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menekankan bahwa edukasi kelautan harus diperkenalkan sedini mungkin guna menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kekayaan laut Indonesia.
“Kita percaya anak-anak kita ini adalah yang nantinya akan menjadi generasi pelindung lautan. Kita berharap bisa menumbuhkan kecintaan dan kesadaran anak-anak sejak dini tentang laut,” ujar Vega di Jakarta, Rabu pekan lalu.
Menurut Vega, revitalisasi ini tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga bertujuan memperluas akses literasi hingga ke lingkungan permukiman. Dengan jangkauan yang lebih luas, anak-anak diharapkan dapat mengakses bahan bacaan berkualitas di sekitar tempat tinggal mereka.
“Inisiatif baru ini tidak hanya ke sekolah, tapi juga ke permukiman. Jadi adik-adik kita ini selain di sekolah, dia juga bisa akses buku di dekat rumah. Sehingga bisa mendekatkan laut kepada adik-adik kita,” jelas Vega.
Proses revitalisasi tiga mobil perpustakaan tersebut mencakup perbaikan mesin kendaraan, pengadaan alat pemindai barcode untuk digitalisasi layanan, pemindahan videotron, serta penyediaan buku-buku bertema kelautan. Pembaruan ini diharapkan mendukung kelancaran operasional sekaligus meningkatkan wawasan kemaritiman masyarakat.
Tantangan Akses Literasi Maritim
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Adin Bondar, menilai bahwa kendala utama dalam memperluas literasi kelautan adalah masalah akses. Oleh karena itu, kehadiran mobil perpustakaan keliling menjadi instrumen penting untuk menjembatani jarak antara sumber informasi dan masyarakat.
“Tantangan kita adalah bagaimana membangun akses. Bersama Pertamina merevitalisasi mobil perpustakaan keliling untuk diciptakan menjadi satu instrumen mengakses bacaan kelautan,” papar Adin.
Adin menambahkan bahwa membangun kesadaran maritim tidak selalu mengharuskan anak-anak datang langsung ke pesisir. Pengetahuan mengenai ekosistem laut dapat diperkenalkan melalui media yang lebih dekat dengan keseharian mereka, seperti buku cerita dan komik.
“Kesadaran maritim itu tidak harus anak kita yang datang ke laut, tapi laut itu sendiri yang datang ke mereka melalui bacaan, komik, dan ragam literatur kelautan,” tegasnya.
Melalui program Bahtera LiteraSEA, PIS dan para mitra berupaya menjadikan literasi sebagai pintu masuk utama untuk mengenalkan potensi maritim. Namun, keberhasilan jangka panjang program ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan operasional, frekuensi kunjungan ke permukiman, serta keterlibatan aktif pihak sekolah dan masyarakat dalam mendorong kebiasaan membaca anak. (E-3)
