Jawab Obama, Netanyahu: Israel bukan Penjajah seperti Belanda di Indonesia
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan respons keras terhadap pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menuding Israel merampas tanah rakyat Palestina. Netanyahu menegaskan bahwa bangsa Yahudi bukanlah penjajah asing di tanah leluhur mereka sendiri.

Dalam video yang diunggah di platform X, Netanyahu menyebut pernyataan Obama sebagai pernyataan yang disesalkan. Ia menekankan hubungan historis dan religius yang mendalam antara bangsa Yahudi dengan Tanah Israel yang secara alkitabiah disebut sebagai Judea.

“Sejarah kami bukanlah perusahaan kolonial. Tanah kami bukanlah tanah curian. Ini adalah tanah air kami,” tegas Netanyahu.

Ia bahkan membedakan posisi Israel dengan sejarah kolonial bangsa Eropa. Ia menyatakan bahwa orang Yahudi di Israel tidak sama dengan, “Orang Belanda di Indonesia atau orang Belgia di Kongo.”

Hambatan Perdamaian di Mata Netanyahu

Mengenai jalan menuju kesepakatan damai, Netanyahu berargumen bahwa hambatan utama bukanlah Israel, melainkan musuh-musuh regional yang juga menjadi ancaman bagi Amerika Serikat. Ia secara khusus menyoroti penolakan pihak lawan untuk mengakui hak bangsa Yahudi atas negara mereka sendiri dalam batas wilayah mana pun.

Netanyahu merujuk pada slogan-slogan seperti ‘Mati untuk Israel’ dan ‘Mati untuk Amerika’ yang sering digaungkan di negara-negara seperti Iran. Iran menyebut Israel sebagai Setan Kecil dan AS sebagai Setan Besar dalam narasi musuh-musuh tersebut, sembari menegaskan bahwa kedua negara sedang mempertahankan peradaban bersama.

“Perdamaian yang dibangun di atas ilusi akan hancur di atas batu kenyataan Timur Tengah,” tambahnya. Ia menyatakan bahwa Israel tidak akan mempertaruhkan kelangsungan hidupnya demi mengakomodasi pihak-pihak yang menolak fakta sejarah atau yang ingin meredam teror melalui kebijakan konsesi.

Kritik Obama di Belfast

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Belfast, Irlandia Utara, Barack Obama melontarkan kritik terhadap perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina sepanjang sejarah negara tersebut. Obama menyebut tindakan Israel berlebihan dan memahami alasan warga Palestina merasa tidak adil dan ingin tanah mereka kembali.

Meskipun mengakui bahwa bangsa Yahudi mengalami penindasan dan pembunuhan selama ribuan tahun di Eropa sehingga membutuhkan tempat perlindungan, Obama memperingatkan bahwa kekuatan militer dan teknologi Israel saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan konsesi moral.

“Jika sikap Israel ialah, ‘Karena kami yang terkuat, maka keamanan kami bergantung pada melakukan apa pun yang kami butuhkan dan mengambil apa pun yang kami inginkan tanpa konsesi’, itu mungkin berhasil dalam jangka pendek, tetapi Anda telah kehilangan landasan moral,” ujar Obama.

Obama juga menekankan bahwa jutaan warga Yahudi dan Palestina di wilayah tersebut tidak akan pergi ke mana pun. Ia mendesak warga Israel untuk memikirkan kembali cara generasi mendatang akan hidup berdampingan secara etis, sembari menyarankan warga Palestina untuk menggunakan strategi non-kekerasan dalam memperjuangkan hak mereka. (The Jerusalem Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *