
ATLET boccia andalan Indonesia, Muhammad Afrizal Syafa, membeberkan strategi uniknya saat berlaga di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Afrizal kerap melepaskan teriakan kencang setiap kali berhasil mencetak poin sebagai upaya memberikan tekanan psikologis kepada lawan.
“Sebenarnya, (teriakan saya itu) cuma buat tekanan ke lawan saja. Itu saya lakukan di setiap pertandingan,” ujar Muhammad Afrizal Syafa setelah melakoni pertandingan di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026).
Strategi tersebut terbukti efektif dalam laga pembuka Grup A individu putra kategori BC1. Menghadapi wakil Kazakhstan, Yerkhat Almat, Afrizal sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama. Namun, atlet berusia 23 tahun ini berhasil bangkit dan membalikkan keadaan pada tiga babak berikutnya hingga menutup laga dengan kemenangan tipis 4-3.
Afrizal menjelaskan bahwa teriakan tersebut merupakan cara legal untuk menjaga kepercayaan dirinya sekaligus mengganggu konsentrasi lawan. Meski ia tidak bisa memastikan sejauh mana teriakan itu memengaruhi performa lawan, hasilnya terlihat nyata saat ia mendominasi tiga babak terakhir tanpa memberikan satu pun poin kepada Almat.
Ia mengakui bahwa pada awal pertandingan, penampilannya sering kali belum maksimal. Oleh karena itu, ia berusaha menemukan momentum dengan bermain tenang namun tetap menjalankan strategi tekanan tersebut.
“Saya berusaha menikmati pertandingan termasuk dengan menjalankan strategi menekan konsentrasi lawan,” tambahnya.
Kemenangan ini membuka peluang lebar bagi Afrizal untuk melaju sebagai juara grup. Pada pertandingan selanjutnya, ia dijadwalkan bertemu dengan wakil Hong Kong, Kam Chau Chan.
Sebagai informasi, tim boccia Indonesia mengirimkan lima atlet terbaiknya ke Asian Para Games 2026. Selain Afrizal, atlet lain seperti Muhammad Bintang Satria (BC2 putra), Felix Ardi Yuda (BC2 putra), Gischa Zayana (BC2 putri), dan Handayani (BC1 putri) juga berhasil mencatatkan kemenangan pada laga perdana mereka di fase grup.
Seluruh rangkaian pertandingan cabang olahraga boccia berlangsung di Nagoya City General Gymnasium atau yang dikenal sebagai Rainbow Hall. (Ant/H-3)
