
BISNIS makanan dan minuman, termasuk es krim dan minuman berbasis teh, terus menjadi salah satu pilihan usaha bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis melalui sistem kemitraan. Selain mempertimbangkan besaran investasi, calon pelaku usaha perlu mencermati potensi pasar, lokasi, biaya operasional, serta dukungan yang diberikan pemilik merek.
Dalam model kemitraan, kesiapan operasional menjadi faktor penting karena berkaitan dengan konsistensi kualitas produk dan pelayanan. Proses pembukaan gerai juga membutuhkan perencanaan, mulai dari pemilihan lokasi hingga pelatihan tenaga kerja.
Salah satu pelaku usaha yang mengembangkan model tersebut ialah Momoyo. Perusahaan menawarkan kemitraan gerai es krim dan minuman dengan nilai investasi mulai Rp250 juta, tanpa biaya waralaba (franchise fee) maupun biaya royalti (royalty fee).
Dalam skema tersebut, mitra memperoleh 100% keuntungan usaha setelah dikurangi biaya operasional. Namun, nilai investasi awal masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembukaan gerai dan kondisi lokasi masing-masing.
Momoyo juga menyampaikan estimasi omzet gerai berkisar Rp180 juta hingga Rp600 juta per bulan. Meski demikian, angka tersebut merupakan proyeksi indikatif, bukan jaminan pendapatan yang dapat diperoleh seluruh mitra.
Realisasi omzet dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain lokasi, arus pengunjung, karakteristik pasar, serta pengelolaan operasional. Nilai omzet juga tidak dapat disamakan dengan laba bersih karena belum memperhitungkan berbagai biaya usaha.
Dalam pengembangan jaringan, perusahaan menerapkan tujuh tahapan pembukaan gerai yang diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua bulan.
Proses dimulai dari penandatanganan kontrak kemitraan, dilanjutkan evaluasi lokasi berdasarkan kepadatan penduduk dan potensi pasar. Perusahaan juga mempertimbangkan jarak antargerai untuk mengurangi risiko persaingan internal dalam jaringan.
Penentuan radius tidak menggunakan satu standar jarak yang berlaku secara nasional, melainkan disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah. Persetujuan lokasi dilakukan melalui evaluasi kantor pusat.
Setelah lokasi disetujui, calon mitra memasuki tahap konfirmasi desain, pengadaan peralatan, serta penyiapan pasokan bahan baku. Untuk menjaga konsistensi produk, Momoyo menerapkan sistem pengadaan bahan baku inti dan material secara terpusat.
Selanjutnya, staf gerai mengikuti pelatihan selama satu minggu sebelum memasuki tahap soft opening. Pembukaan awal tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan operasional dan pelayanan sebelum gerai resmi beroperasi.
Durasi keseluruhan proses dapat berbeda, bergantung pada perkembangan renovasi serta kesiapan setiap tahapan.
Ekspansi ke kota kecil
Selain menyasar pasar perkotaan, Momoyo melihat peluang pengembangan jaringan di kota lapis kedua dan ketiga (tier 2 dan tier 3), termasuk wilayah kabupaten.
Perusahaan menyebut jaringan bisnisnya telah menjangkau 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten di Indonesia.
Perwakilan Head of Momoyo Investment Promotion Department mengatakan pengembangan jaringan di berbagai wilayah tetap harus mempertimbangkan kelayakan lokasi dan karakteristik pasar.
“Ekspansi franchise tetap wajib memperhitungkan evaluasi lokasi, potensi pasar, hingga jarak antargerai,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut perusahaan, evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan pembukaan gerai tidak hanya berorientasi pada perluasan jaringan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan usaha mitra.
Di sisi lain, perusahaan menempatkan standardisasi produk dan operasional sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Selain menerapkan sistem pasokan terpusat, Momoyo menyatakan telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sejak September 2023.
Kepastian status halal tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan perusahaan dalam melayani konsumen Indonesia, terutama di tengah persaingan bisnis makanan dan minuman.
Melalui pengembangan jaringan kemitraan, Momoyo berupaya memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertahankan standar produk dan layanan di berbagai wilayah. (E-1)
