Marseille vs Olympiacos: Gol Santiago Hezze Perpanjang Derita Les Phocéens di Eropa
Selebrasi pemain Olympiacos(olympiacos.org)

OLYMPIQUE de Marseille gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri setelah menyerah 0-1 dari Olympiakos dalam lanjutan Liga Europa di Stadion Vélodrome, Jumat (16/10) dini hari WIB. Gol tunggal Santiago Hezze pada menit ke-42 menjadi pembeda, di mana tim asuhan Bruno Genesio tumpul menyelesaikan peluang meski mendominasi jalannya pertandingan.

Hasil minus ini kian memperberat langkah Marseille di kancah Eropa menyusul kekalahan pada laga pembuka. Melansir laporan FootMarseille, klub berjuluk Les Phocéens tersebut belum mengemas satu poin pun dari dua laga awal dan kini tertahan di peringkat ke-31 klasemen sementara.

Statistik mencatat Marseille unggul dengan 56 persen penguasaan bola, melepaskan 11 tembakan, dan meraih sembilan kali tendangan sudut. Sebaliknya, Olympiakos mengukir 44 persen penguasaan bola, sembilan tembakan, dan hanya satu tendangan sudut. Marseille juga mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 0,84, berbanding 0,57 milik tim tamu.

Kendati kreasi serangan menghasilkan dua peluang emas, Marseille gagal melesakkan gol. Ketangguhan kiper Olympiakos, Stefan Ortega, menjadi tembok kokoh dengan melakukan lima penyelamatan krusial—termasuk menggagalkan tembakan mendatar Timothy Weah pada menit ke-67.

Sebelum laga, Bruno Genesio meminta anak asuhnya tampil lebih berani dan terorganisasi. Ia bahkan melakukan lima rotasi dalam starting lineup, termasuk memplot Neal Maupay sebagai juru gedor utama serta menduetkan Bamo Meïté dengan Nayef Aguerd di jantung pertahanan.

Marseille sejatinya mengontrol permainan sejak menit awal, namun penyelesaian akhir mereka kerap membentur benteng pertahanan lawan. Ancaman dari Keyliane Abdallah pada menit ke-22 dan Angel Gomes pada menit ke-35 belum sanggup memecah kebuntuan. Dua menit berselang, Abdallah kembali mendulang peluang yang masih bisa ditepis Ortega.

Petaka bagi tuan rumah datang jelang turun minum. Memanfaatkan skema sepak pojok dua tahap, Chiquinho melepaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Hezze yang memenangi duel udara atas Aguerd berhasil menyundul bola membobol gawang Jeffrey de Lange untuk membawa Olympiakos unggul 1-0.

Olympiakos sempat mencetak gol kedua melalui Roman Yaremchuk pada masa tenggat babak pertama. Beruntung bagi Marseille, gol tersebut dianulir wasit akibat posisi offside.

Tekanan Tanpa Hasil di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Genesio langsung merespons dengan menyuntikkan tenaga baru. Pada menit ke-62, Amine Harit, Amine Gouiri, dan Ulisses Garcia masuk menggantikan Tochukwu Nnadi, Maupay, dan Emerson Palmieri. Lima menit berselang, peluang matang Weah lahir, namun lagi-lagi dimentahkan Ortega.

Marseille sempat melancarkan protes menuntut hadiah penalti usai tembakan Harit mengenai lengan bek Olympiakos. Namun, setelah meninjau lewat Video Assistant Referee (VAR), wasit Michael Oliver memutuskan hanya memberikan tendangan sudut. Demi menambah daya gedor, Genesio memasukkan Faris Moumbagna menggantikan Gomes pada menit ke-75.

Pada sisa waktu laga, Olympiakos menerapkan disiplin pertahanan yang sangat rapat. Marseille yang kehabisan akal tak mampu membongkar barikade tim tamu hingga peluit panjang berbunyi, di mana sejumlah pemain tuan rumah bahkan mengalami kram di menit-menit akhir.

(UEFA/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *