
AMPELA ayam sering kali menjadi pilihan lauk yang digemari masyarakat Indonesia. Di balik teksturnya yang khas, ampela ternyata menyimpan kandungan gizi yang melimpah, mulai dari protein hingga berbagai mineral penting. Namun, di sisi lain, kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi menuntut kewaspadaan dalam mengonsumsinya.
Kaya Protein dan Mineral Penting
Dosen IPB University dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), Muhammad Aries, SP, MSi, menjelaskan bahwa meskipun berstatus sebagai jeroan, ampela memiliki profil nutrisi yang baik. Dibandingkan jenis jeroan lainnya, ampela cenderung lebih tinggi protein dan rendah lemak total.
“Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Kandungan zat gizinya bermanfaat untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh, sel darah merah, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh,” ujar Aries.
Berikut adalah rincian kandungan gizi dalam 100 gram ampela ayam matang berdasarkan penjelasan Aries:
| Zat Gizi | Kandungan (per 100g Matang) |
|---|---|
| Protein | 30,4 gram |
| Zat Besi | 3,2 miligram |
| Vitamin B12 | 1 mikrogram |
| Zink | 4,4 miligram |
| Kolesterol | 370 miligram |
Waspadai Kandungan Kolesterol Tinggi
Meski kaya nutrisi, Aries mengingatkan bahwa status “bergizi tinggi” tidak membuat ampela bebas dikonsumsi tanpa batas. Hal ini karena kadar kolesterolnya yang mencapai 370 mg per 100 gram, angka yang melebihi batas anjuran harian konvensional (300 mg).
Menurutnya, perhatian ekstra perlu diberikan terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penderita kolesterol darah tinggi, penyakit jantung, atau gangguan asam urat karena sifat jeroan yang kaya purin.
“Ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau dikonsumsi dalam porsi besar,” tambahnya.
Tips Mengolah Ampela Secara Sehat
Agar manfaat gizinya tetap optimal tanpa memperburuk profil lemak tubuh, Aries memberikan beberapa rekomendasi cara pengolahan dan penyajian:
- Metode Masak: Pilihlah cara direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.
- Batasi Bahan Tambahan: Hindari penggunaan santan kental, garam berlebih, dan minyak goreng yang terlalu banyak.
- Keseimbangan Nutrisi: Selalu dampingi konsumsi ampela dengan sayuran dan sumber serat lainnya untuk membantu menyeimbangkan asupan pangan sehari-hari.
Dengan memperhatikan porsi, frekuensi, dan cara pengolahan, ampela ayam tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat yang bervariasi. (Z-1)
