
DUA raksasa energi dunia, British Petroleum (BP) dan Inpex Corporation, resmi memulai langkah eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Migas Agung I dan Agung II, Bali. Melalui Keputusan Menteri ESDM pada 7 September 2026, kedua perusahaan kini berbagi hak partisipasi (participating interest/PI) masing-masing sebesar 50% dengan total komitmen investasi mencapai US$ 42,7 juta.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai aksi korporasi ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi hulu migas Indonesia. Menurutnya, kehadiran BP dan Inpex di wilayah laut dalam Bali membuktikan bahwa potensi energi nasional masih sangat kompetitif di mata investor global.
“Perusahaan sebesar ini memilih wilayah dengan hati-hati karena anggaran eksplorasinya diperebutkan oleh puluhan negara. Mereka juga datang ke wilayah perbatasan,” ujar Yayan dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
BP saat ini memegang posisi strategis sebagai produsen gas terbesar di Indonesia. Data SKK Migas periode Januari–Juli 2026 menunjukkan BP Berau menyumbang 1.478 MMSCFD atau 28% dari total penyaluran gas nasional. Sementara itu, Inpex mengelola Proyek Abadi di Blok Masela yang diproyeksikan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun.
Dalam tahap awal di Bali, konsorsium ini menjadwalkan survei seismik masif, mencakup seismik 2D sepanjang 285 km dan seismik 3D seluas 3.650 km. Yayan menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk menghindari penundaan proyek. Ia menyebut setiap tahun penundaan dapat menggerus sekitar 10% nilai kini penerimaan negara.
Jika eksplorasi ini berhasil menemukan cadangan gas raksasa, Bali diharapkan dapat mencapai kemandirian energi. Saat ini, pasokan listrik Pulau Dewata masih bergantung pada kabel transmisi dari Jawa sebesar 270-340 MW. Temuan migas di perairan Bali juga diprediksi akan meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengonfirmasi bahwa Gubernur Bali I Wayan Koster telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan di WK Agung I dan II. Kolaborasi teknologi tinggi dan kapasitas finansial dari BP serta Inpex diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lepas pantai Bali secara aman dan efektif. (Z-10)
