Persebaya vs PSS Sleman : Bernardo Tavares Waspadai Pemain Bertubuh Tinggi
Pemain Persebaya Surabaya, Alex Martins dalam laga Super League 2026/27 menghadapi PSIM Jogja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9).( Instagram/ @officialpersebaya)

PERSEBAYA Surabaya akan melawan PSS Sleman. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares minta agar semua pemain antisipasi terhadap kekuatan lawan di semua lini. Jadwal Persebaya vs PSS Sleman dijadwalkan berlangsung pada pekan kelima Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10). 

“Mereka memiliki sejumlah pemain bertubuh tinggi, termasuk penyerang dengan tinggi lebih dari dua meter. Ada juga pemain yang bisa bermain sebagai winger, penyerang lubang, maupun penyerang tengah, dengan tinggi sekitar 190 sentimeter. Ini harus diwaspadai,” kata tavares di Surabaya, Kamis (15/10). 

Tavares melihat PSS Sleman memiliki sejumlah pemain dengan karakter berbeda yang bisa menghadirkan ancaman melalui berbagai cara. Selain itu, kata dia, mereka memiliki (Gustavo) Tocantins dan pemain asal Jepang (Tanaka) yang mencetak dua gol pada pertandingan terakhir.

Kekuatan PSS Sleman, menurut Coach Tavares, tidak hanya terletak pada pemain asing. Kehadiran Riko Simanjuntak juga patut diperhitungkan. Pengalaman winger senior tersebut di kompetisi sepak bola Indonesia bisa menjadi nilai tambah bagi Super Elja, terutama dalam membangun serangan dan memanfaatkan celah pertahanan lawan.

“Jangan lupakan Riko Simanjuntak yang berpengalaman dan sudah sangat mengenal kompetisi Super League. Sementara itu, lini pertahanan mereka diperkuat sejumlah pemain asing dan pemain lokal berpengalaman,” tandasnya.

Membaca karakter lawan menjadi bagian penting dalam persiapan Persebaya. Coach Tavares menilai, perbedaan postur dan kecepatan pemain PSS Sleman menuntut klub berjuluk Green Force itu menjaga kedisiplinan, terutama ketika menghadapi umpan silang maupun serangan cepat.

Jika PSS Sleman mengandalkan pemain bertubuh tinggi,  ia menyebut Persebaya harus mampu menutup jalur umpan menuju area berbahaya. Sebaliknya, ketika lawan memanfaatkan kecepatan, barisan pertahanan perlu menjaga kedalaman dan jarak antarpemain agar tidak mudah ditembus.

“Jika mereka mengandalkan pemain-pemain bertubuh tinggi di lini depan, kami harus berusaha mencegah umpan silang masuk ke area berbahaya. Jika mereka mengandalkan pemain yang memiliki kecepatan, kami harus mampu mengontrol kedalaman pertahanan dan menjaga jarak antarpemain agar tidak memberikan ruang bagi lawan,” jelasnya.

PSS Sleman memiliki komposisi yang memungkinkan mereka menerapkan pendekatan permainan berbeda. Karena itu, menurut Traves, Persebaya tidak cukup hanya mengandalkan keunggulan sendiri, tetapi juga harus siap beradaptasi dengan situasi yang berkembang sepanjang pertandingan.

“Dengan komposisi tersebut, mereka bisa bermain dengan pendekatan yang berbeda-beda. Karena itu, kami harus mempersiapkan diri dengan baik,” katanya. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *