Ini Cara Melepas Tukik yang Sesuai Animal Welfare
Ilustrasi–Relawan konservasi melepasliarkan anak penyu atau tukik di kawasan Pantai Serang Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).(ANTARA/Irfan Anshor)

SEBUAH video yang memperlihatkan pelepasan tukik atau anak penyu dengan cara dituangkan langsung dari ember ke arah gelombang laut memicu perdebatan di media sosial. Banyak pihak menilai metode tersebut menghilangkan proses alami tukik yang seharusnya melewati hamparan pasir pantai terlebih dahulu sebelum mencapai perairan.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University, Dr Mohammad Mukhlis Kamal, memberikan pandangannya. Menurutnya, pelepasan tukik dengan cara tersebut pada prinsipnya tidak menjadi masalah, asalkan tetap memperhatikan kondisi dan kesejahteraan hewan tersebut.

“Dengan cara melepaskannya saat ombak menghempas pantai, menurut opini saya tidak apa-apa. Gerakan dinamis air akibat hantaman ombak bukan masalah, karena tubuh tukik dengan kaki depan sebagai ‘dayung’ akan mengatasinya,” ujar Dr Mukhlis.

Meski secara fisik tukik mampu beradaptasi dengan hempasan ombak, ia mengakui bahwa pelepasan yang terburu-buru dapat memicu stres pada hewan. Secara alamiah, tukik biasanya diletakkan di pasir pantai dengan posisi berlawanan arah laut, lalu mereka akan berbalik arah secara mandiri menuju air.

Penerapan Lima Prinsip Animal Welfare

Mukhlis menekankan bahwa setiap kegiatan konservasi harus merujuk pada prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare). Hal ini penting untuk memastikan tukik tetap memiliki peluang hidup yang tinggi saat kembali ke habitat asalnya.









No Aspek Animal Welfare Keterangan
1 Bebas dari rasa lapar dan haus Nutrisi tercukupi selama penangkaran.
2 Bebas dari rasa tidak nyaman Lingkungan penangkaran yang sesuai.
3 Bebas dari rasa takut atau stres Proses pelepasan dilakukan secara perlahan.
4 Bebas mengekspresikan perilaku alamiah Memberi ruang tukik bergerak menuju laut.
5 Bebas dari cedera dan rasa sakit Menghindari kontak fisik yang kasar.

Hindari Kontak Langsung dengan Tangan

Satu hal krusial yang sering terlupakan adalah interaksi fisik antara manusia dan tukik. Berdasarkan pengalamannya di Pantai Pangumbahan, Jawa Barat, Mukhlis menyarankan agar petugas atau relawan menghindari kontak langsung dengan tangan saat melepaskan tukik.

“Yang justru paling perlu diperhatikan adalah hindari kontak langsung tukik dengan tangan manusia. Dikhawatirkan ada kontaminasi bakteri atau virus dari tangan manusia ke tubuh tukik,” jelasnya.

Konservasi dan Waktu Pelepasan yang Ideal

Upaya konservasi penyu saat ini telah mencakup perlindungan tempat peneluran, area mencari makan, hingga penyediaan koridor migrasi melalui Kawasan Konservasi Perairan (MPA). Intervensi manusia, seperti memindahkan telur ke tempat penangkaran, dilakukan semata-mata untuk melindungi telur dari predator seperti babi, anjing, dan biawak, serta ancaman perburuan liar.

Terkait waktu pelepasan, Dr Mukhlis mengingatkan agar tukik tidak disimpan terlalu lama di penangkaran. Waktu ideal untuk melepasliarkan adalah sekitar satu minggu setelah menetas.

“Bilamana ditahan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan nalurinya untuk ‘pulang’ atau melakukan homing ke pantai tempat mereka menetas di masa depan,” pungkasnya. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *