
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat ratusan jemaah umrah asal wilayah tersebut terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Langkah ini diambil menyusul terjadinya insiden serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, sedikitnya terdapat 400 jemaah yang terdampak kebijakan penyesuaian rute transit tersebut.
“Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect flight),” ujar Abdullah di Tangerang, Rabu (14/10).
Penyesuaian Rute Demi Keamanan
Abdullah menjelaskan, penundaan ini merupakan dampak langsung dari pengubahan rute penerbangan yang sedianya melakukan transit di area berkonflik, termasuk Bandara King Khalid. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menjamin keamanan dan keselamatan para jemaah.
Meski demikian, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memastikan bahwa untuk penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah maupun Madinah, proses keberangkatan masih tetap berjalan dengan pengawasan dan kewaspadaan yang ditingkatkan.
“Pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan Houthi di Riyadh,” tambahnya.
Jaminan Hak Jemaah
Terkait kendala ini, Abdullah menegaskan bahwa seluruh jemaah yang terdampak akan mendapatkan jaminan penuh sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku. Ia meminta setiap PPIU untuk aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj, baik di tingkat pusat, Kanwil Banten, maupun kabupaten.
Kemenhaj juga mengimbau para jemaah agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi situasi ini. Jemaah diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari biro perjalanan masing-masing.
“Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air,” tuturnya.
Hingga saat ini, Kemenhaj memastikan tidak ada jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban dalam insiden di Bandara Internasional King Khalid tersebut.
“Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan imbauan,” pungkas Abdullah. (Ant/E-3)
