
MANAJER Tim Ducati, Davide Tardozzi, secara tegas membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa pengembangan motor Desmosedici GP26 untuk musim 2026 hanya difokuskan pada kebutuhan Marc Marquez. Tardozzi menyatakan bahwa pabrikan asal Italia tersebut tetap menjaga keseimbangan pengembangan bagi seluruh pebalapnya.
Rumor mengenai “Marquez-sentris” ini mencuat setelah pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut tampil dominan sebagai satu-satunya rider Ducati di posisi lima besar klasemen setelah Grand Prix Indonesia. Saat ini, Marquez menempati peringkat kedua klasemen, hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin, sementara rekan setimnya dan pebalap Ducati lainnya mulai menunjukkan selisih poin yang signifikan.
“Saya tidak percaya, dan saya sepenuhnya menentang mereka yang mengatakan bahwa Marc Marquez telah menyesuaikan pengembangan motor dengan kebutuhannya sendiri,” ujar Tardozzi sebagaimana dikutip dari Crash pada Rabu (14/10).
Tardozzi menegaskan bahwa setiap pebalap Ducati memiliki kontribusi dalam memberikan masukan teknis. Ia membantah anggapan bahwa Marquez mendapatkan motor dengan spesifikasi khusus yang mengabaikan gaya balap pebalap lain, termasuk Francesco Bagnaia yang sempat dikabarkan mengalami kesulitan sejak kedatangan Marquez di tim pabrikan.
Menurut Tardozzi, Ducati memiliki kemampuan untuk memfasilitasi kebutuhan individu setiap rider. Ia mencontohkan perbedaan teknis yang sudah ada saat ini, di mana Bagnaia menggunakan fairing dan konfigurasi aerodinamika pada lengan ayun (swingarm) yang berbeda dengan yang digunakan Marquez.
“Kami tidak membuat motor untuk Marc Marquez lalu berharap motor itu bisa bekerja dengan baik untuk semua pebalap. Bukan begitu cara kerjanya,” tegas Tardozzi.
Fleksibilitas pemilihan komponen ini juga berlaku bagi pebalap tim satelit seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Dengan demikian, Ducati memastikan bahwa arah pengembangan GP26 tetap bersifat universal namun tetap bisa dipersonalisasi sesuai preferensi masing-masing pebalap di lintasan. (AFP/Z-10)
