663 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Tanjung Puting Prioritas Pemadaman
BNPB memprioritaskan pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting seluas 513 hektare.(MI/Despian Nurhidayat)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 663 hektare lahan gambut masih terbakar di sejumlah wilayah Indonesia hingga Rabu (14/10). Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan menjadi dua provinsi prioritas penanganan, dengan perhatian khusus pada Taman Nasional Tanjung Puting.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa dari total luasan tersebut, kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai 513 hektare. Selain itu, kebakaran juga terdeteksi di Jambi seluas 74,5 hektare dan Sumatra Selatan hampir 50 hektare, sementara wilayah Riau dilaporkan nihil titik api.

“Upaya BNPB untuk penanganan karhutla tersebut tidak akan pernah surut,” tegas Berton dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan dukungan 49 unit helikopter water bombing serta operasi modifikasi cuaca (OMC).

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan melaporkan adanya penurunan rata-rata titik panas (hotspot) sebesar 30%. Namun, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menyoroti kenaikan hotspot di Sumatra Selatan yang mencapai dua kali lipat.

Hingga saat ini, sebanyak 1.419 personel Manggala Agni telah dikerahkan untuk melakukan 6.515 operasi pemadaman di enam provinsi prioritas. Operasi tersebut juga berhasil menyelamatkan 232 individu satwa liar, termasuk 71 ekor orangutan yang terdampak kebakaran hutan.

Terkait kondisi iklim, Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, memprediksi fenomena El Nino masih akan aktif hingga awal 2027. Meski demikian, dampaknya diperkirakan berkurang seiring masuknya sebagian wilayah Indonesia ke musim hujan pada November dan Desember 2026.

BMKG mengingatkan bahwa distribusi hujan tidak akan merata. Wilayah seperti Sumatra dan Kalimantan diprediksi segera memasuki musim hujan, sementara wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara masih akan mengalami curah hujan rendah dalam waktu dekat. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *