
PENGAMAT Ekonomi Syariah dari Universitas Paramadina Imas Damayanti menyarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk menunda sementara keberangkatan jamaah umrah ke Arab Saudi setelah ketegangan geopolitik di kawasan semenanjung Arab meningkat.
“Sebaiknya Pemerintah Indonesia tunda keberangkatan umrah bagi jamaah kita ke Saudi sampai situasi konflik mereda,” kata Imas di Jakarta, Selasa (13/10).
Konflik di Arab Saudi dengan Houthi, ujar diam berdampak pada penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi, isu keamanan, dan juga ketidaknyamanan dalam beribadah akan membayangi jamaah umrah.
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dunia, ujarnya, krusial dalam ekosistem umrah dunia. Ia menjelaskan dari sudut pandang ekonomi syariah, fenomena ini tidak hanya menuntut analisis makro ekonomi terkait kerugian materiil, tetapi juga memerlukan dekonstruksi fiqh al-awlawiyyat (fikih prioritas) berbasis kerangka Maqshid Syariah guna merumuskan kebijakan kemaslahatan publik yang mitigatif.
Ia mengatakan ketiadaan arus masuk jamaah umrah asal Indonesia tentunya akan mengganggu keamanan yang memicu guncangan suplai dan permintaan (supply-demand shock) yang signifikan terhadap neraca pembayaran eksternal Kerajaan Saudi.
Sementara dari sisi Indonesia, volume keberangkatan jamaah umrah dinilai sangat memengaruhi keberlangsungan ekosistem bisnis perjalanan umrah di dalam negeri. Indonesia secara konsisten menyumbang angka kunjungan umrah terbesar kedua di dunia dengan rata-rata kunjungan berkisar 1,2 juta hingga 1,5 juta orang per tahun.
Keselamatan Jemaah
Secara kalkulasi makroekonomi, ia menyebut asumsi pengeluaran rata-rata komponen ekonomi umrah seputar akomodasi, transportasi domestik, konsumsi, hingga logistik (land arrangement) satu kunjungan dari jamaah umrah di Arab Saudi menghabiskan sekitar 1.000-1.200 dolar AS.
“Apakah segala pertimbangan dampak ekonomi baik bagi Arab Saudi dan Indonesia ini sepadan dengan isu keselamatan jamaah? Saya rasa tidak. Dahulukan keselamatan jamaah,” ucap dia.
Ia meminta bersikap bijaksana dengan tak hanya memberikan peringatan bagi jamaah umrah untuk berhati-hati dalam melaksanakan umrah di Arab Saudi, tapi juga tegas untuk melarang warganya berangkat menunaikan ibadah umrah.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan keselamatan jamaah umrah Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. Kemenhaj memastikan tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut dan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan sebagaimana mestinya.
Kemenhaj mengimbau jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Jemaah diminta untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, mematuhi seluruh arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan berkoordinasi dengan travel. (Ant/H-4)
