Indonesia Prihatin atas Eskalasi Konflik Yaman dan Serangan ke Arab Saudi
Serangan Houthi ke King Khalid International Airport(Al Ekhbariya TV via Viory)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik di Yaman dan serangan lintas batas, termasuk serangan yang menyasar sejumlah bandar udara di Arab Saudi. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, mengganggu operasional penerbangan sipil, serta menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan penerbangan.

“Indonesia juga sangat prihatin atas meningkatnya korban warga sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI yang disampaikan pada Selasa (13/10).

Pemerintah Indonesia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap para korban luka dapat segera pulih.

Indonesia juga mengecam keras segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun objek sipil. Pemerintah menegaskan perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi perhatian utama dalam setiap konflik bersenjata.

“Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata,” tambah pernyataan tersebut. 

Selain itu, Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk menghentikan serangan dan aksi balasan, menahan diri secara maksimal, serta memastikan setiap tindakan sesuai dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

Indonesia juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial seluruh negara di kawasan. Untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan konflik secara damai, semua pihak didorong mengutamakan dialog dan diplomasi. 

“Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai,” tutup pernyataan tersebut. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *