
GANDA putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari mengungkapkan kesulitan membaca tempo lawan pada babak pertama Denmark Open 2026 membuatnya kalah 21-9, 20-22, 14-21 melawan ganda Amerika Serikat Lauren Lam/Allison Quynh di SJF Arena, Odense, Denmark, Selasa.
“Mereka fokus dan konsisten dalam menerapkan pola permainan. Power mereka juga besar. Itu menyulitkan kami,” ujar Meilysa dalam keterangan PBSI.
Meilysa mengevaluasi permainannya yang kerap terburu-buru mengambil keputusan sehingga dimanfaatkan oleh lawan.
Sementara itu, Ana mengatakan adaptasi dengan shuttlecocok menjadi faktor kunci dalam pertandingan ini.
“Dengan laju shuttlecock yang kencang, mainnya memang harus banyak mengadu. Di saat mengadu itu ada momen kami terlalu terburu-buru dan itu menguntungkan mereka,” kata unggulan kedelapan dalam turnamen itu.
Ana mengatakan akan mencoba untuk bisa menjaga strategi dan pola permainan selama pertandingan.
“Kami belum konsisten dalam menerapkan pola, kadang sudah enak main malah tiba-tiba hilang, tiba-tiba berubah. Ini yang harus cepat kami cari solusinya,” kata Ana. (Ant/Z-4)
