
PEMANFAATAN platform digital membuka peluang bagi produsen produk herbal lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke berbagai daerah. Selain memperkuat distribusi, pengembangan produk yang memperhatikan kualitas bahan baku, proses produksi, dan pemenuhan ketentuan legalitas menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan pasar.
Peluang tersebut dimanfaatkan PT Zada Syifa Nusantara, perusahaan asal Cilacap, Jawa Tengah, yang mengembangkan produk herbal Habustrong dan menargetkan penguatan pasar nasional melalui perluasan pemasaran digital.
Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu mengembangkan produk obat tradisional secara mandiri, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan pemenuhan aspek legalitas.
Pimpinan PT Zada Syifa Nusantara Fuad Meifudin mengatakan, pengembangan produk herbal tidak cukup hanya berfokus pada formulasi, tetapi juga harus didukung konsistensi proses produksi serta penyampaian informasi yang jelas kepada konsumen.
“Kami ingin Habustrong menjadi salah satu produk herbal lokal yang dapat dikenal masyarakat dengan mengedepankan kualitas dan proses produksi yang baik,” ujar Fuad dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Habustrong dikembangkan dalam bentuk kapsul dengan memanfaatkan sejumlah bahan herbal, antara lain jinten hitam, sambiloto, temulawak, kunyit, dan daun bidara.
Berdasarkan keterangan perusahaan, produk tersebut telah memiliki nomor izin edar obat tradisional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni TR233086411. Produk dengan bobot 500 miligram per kapsul itu dipasarkan dengan klaim membantu memelihara kesehatan tubuh.
Fuad menjelaskan, pemilihan bahan baku merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan produk. Namun, perusahaan juga berupaya menjaga konsistensi produksi dan memastikan informasi mengenai produk disampaikan sesuai peruntukannya.
“Pemilihan bahan baku menjadi salah satu perhatian kami, tetapi pengembangan produk juga perlu didukung proses produksi yang konsisten serta informasi yang jelas. Tujuannya, masyarakat dapat mengenali produk sesuai dengan peruntukannya,” katanya.
Perluasan pasar lewat platform digital
Untuk memperluas jangkauan konsumen, PT Zada Syifa Nusantara mulai memanfaatkan kanal pemasaran digital sejak 2024. Strategi tersebut dilakukan melalui lokapasar dan media sosial, termasuk TikTok, guna menjangkau konsumen di luar wilayah Cilacap.
Pemanfaatan platform digital menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap pasar lokal sekaligus memperkenalkan produk kepada konsumen di berbagai daerah.
Selain pemasaran, perusahaan juga menempatkan penguatan distribusi sebagai salah satu agenda pengembangan bisnis.
Dengan memanfaatkan saluran penjualan digital, produsen herbal asal daerah memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jaringan penjualan konvensional.
PT Zada Syifa Nusantara menyatakan akan terus mengembangkan Habustrong melalui penguatan proses produksi, pemilihan bahan baku, serta perluasan akses pemasaran.
Ke depan, perusahaan menargetkan penguatan distribusi di pasar nasional sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnisnya. (E-1)
