
PANGDAM XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin membentuk tim khusus untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Pembentukan tim dilakukan karena kondisi wilayah yang luas serta dihuni berbagai satwa buas.
Hal tersebut disampaikan Zainul dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara hybrid, Selasa, 13 Oktober 2026. Ia mengatakan, penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut membutuhkan persiapan khusus untuk memastikan keselamatan personel yang bertugas.
“Memang tidak semudah yang kita bayangkan, Bapak. Saya sudah menunjuk beberapa anggota untuk meninjau lokasinya. Itu lokasinya memang sangat terpencar, sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa,” kata Zainul.
Ia menjelaskan, Taman Nasional Tanjung Puting tidak hanya menjadi habitat orangutan, tetapi juga berbagai satwa berbahaya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas.
“Bukan hanya orangutan saja, Bapak, yang ada di dalam. Itu masih banyak binatang-binatang buas, termasuk buaya itu juga masih ada, ular dan sebagainya. Oleh karena itu, memang ini menjadi perhatian sendiri, Bapak. Untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati,” ujarnya.
Zainul menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, dan Polri untuk menyusun langkah penanganan karhutla di kawasan tersebut. Hal ini untuk memastikan keselamatan dari tim yang bakal dibentuk.
“Kita membentuk tim betul-betul sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga, Bapak,” tutur Zainul. (H-2)
