Abu Karhutla Jambi Semakin Meresahkan, Kotori Permukiman dan Ancam Kesehatan
Penampakan kabut asap di kota Jambi, Senin (12/10).(Dok. MI/Solmi)

ABU kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang beterbangan ke permukiman warga di Provinsi Jambi semakin meresahkan. Selain mengancam kesehatan, jatuhan kabut asap dan abu karhutla kini mulai mengotori rumah, kolam, hingga tanaman pekarangan warga secara masif.

Pencemaran kasat mata tersebut terutama dikeluhkan oleh warga yang bermukim di dekat lokasi karhutla, seperti di Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, dan Tebo. Dampak serupa juga dirasakan sebagian besar warga Kota Jambi yang wilayahnya bersebelahan langsung dengan Kabupaten Muarojambi.

“Parahnya sudah sejak sebulan belakang ini. Aroma asap bakaran menyengat hidung tercium sampai ke dalam kamar. Serpihan abu bakaran berserakan di teras rumah, di permukaan kolam, dan daun tanaman saya di pekarangan. Saya sibuk menyirami dan membersihkannya setiap hari,” ungkap Aida, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi, Senin (12/10).

Selain mengotori atap dan teras, warga juga mengeluhkan partikel halus yang larut dalam kabut asap karena menyebabkan mata perih dan gangguan pernapasan. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya membatasi aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak.

“Tidak mungkin mengendap dalam rumah sepanjang hari. Anak-anak juga sulit dilarang bermain ke luar rumah. Untuk membeli masker pun uangnya tidak ada. Kacau sudah negeri Jambi ini,” keluh Aril, warga Desa Kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.

Kabut Asap Selimuti 11 Kabupaten/Kota

Kabut asap akibat karhutla saat ini terdeteksi telah merata menyelimuti 11 wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Tidak hanya di wilayah dataran rendah, kabut asap juga telah mencemari udara di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan, belahan barat Provinsi Jambi.

Kondisi di wilayah pegunungan tersebut dilaporkan kian memburuk. “Sudah semenjak beberapa hari ini, hari ini kian pekat, menyesakkan, dan memerihkan mata. Anak-anak sekolah pun hari ini diliburkan dan diminta belajar dari rumah,” kata Hatta, warga Kota Sungai Penuh.

Berdasarkan alat pemantau ISPU milik Kementerian Lingkungan Hidup hingga Senin (12/10) malam, kualitas udara di 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi terus berfluktuasi pada level Tidak Sehat hingga Berbahaya.

Dampak karhutla ini tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan, tetapi juga memicu krisis kesehatan masyarakat. Data menunjukkan puluhan ribu warga di Jambi kini telah terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap yang berkepanjangan. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *