Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp17.913 Per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.913 per dolar AS, Senin (12/10/2026) sore.(Dok. Antara)

RUPIAH ditutup melemah 14 poin pada perdagangan Rabu (12/10) sore ke level Rp17.913 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.899 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan untuk perdagangan Kamis (13/10), rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang Rp17.910 – Rp17.960 per dolar AS. Sementara untuk sepekan ini, pergerakan diprediksi berada di kisaran Rp17.780 – Rp18.060 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, sentimen negatif datang dari kekhawatiran pasar terhadap pengumuman MSCI terkait ancaman degradasi pasar saham Indonesia ke status frontier market. Potensi pembekuan (freeze) yang berlanjut menjadi beban bagi pasar domestik.

“Jika solusi dapat diterapkan dengan cepat, maka perlakuan khusus bakal tuntas dalam waktu sekitar satu tahun. Namun, jika penyelesaiannya berjalan lambat, pembekuan dapat berlangsung bertahun-tahun atau berkembang menjadi downgrade,” ujar Ibrahim.

Di sisi lain, data internal menunjukkan adanya penguatan pada sektor riil. Bank Indonesia (BI) mencatat Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026 tumbuh 1,3% (yoy) dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 226,5. Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,8% (mtm), membaik dari bulan sebelumnya yang terkontraksi 0,1%.

Kinerja positif ini didorong oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang tumbuh 3,8% (mtm) serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,7% (mtm). Peningkatan ini dipicu oleh terjaganya permintaan selama periode Hari Kemerdekaan RI.

BI memperkirakan tren pertumbuhan ini berlanjut pada September 2026 dengan proyeksi IPR tumbuh 1,4% (yoy) ke level 221,3. Meski data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan, tekanan eksternal terkait klasifikasi pasar modal tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar saat ini. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *