
LASAGNA merupakan salah satu hidangan klasik Italia paling populer yang memadukan lapisan pasta, saus gurih, dan kelezzatan keju yang meleleh. Namun, membuat lasagna yang sempurna di rumah kerap menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.
Sering kali, lasagna yang baru dibuat berubah menjadi terlalu cair dan lembek, kering di bagian pinggir, atau justru hancur berantakan saat dipotong dan disajikan. Para koki profesional membagikan sejumlah kesalahan paling umum yang sering dilakukan saat memasak lasagna beserta solusi tepat untuk mengatasinya.
1. Merendam atau Memasak Pasta Hingga Terlalu Lembek
Kesalahan paling mendasar terletak pada pengolahan lembaran pasta (lasagna noodles). Memasak lembaran pasta hingga matang penuh sebelum dipanggang akan membuat teksturnya menjadi sangat lembek (mushy) setelah keluar dari oven.
Sebab, pasta akan terus menyerap kelembapan dan memasak kembali saat berpadu dengan saus di dalam oven. Untuk jenis pasta gelombang tradisional, rebuslah hingga setengah matang atau tepat sebelum tahap al dente.
Jika menggunakan jenis lembaran pasta tanpa rebus (no-boil/oven-ready), pastikan konsistensi saus sedikit lebih encer agar pasta dapat menyerap kelembapan dengan sempurna tanpa membuat sajian menjadi keras.
2. Takaran Saus yang Tidak Seimbang
Saus adalah komponen kunci yang memberikan kelembapan dan cita rasa pada lasagna. Namun, penggunaan saus yang berlebihan akan membuat lapisan lasagna “tenggelam” dan cair saat disajikan. Sebaliknya, saus yang terlalu sedikit membuat lembaran pasta kering dan keras.
Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan proporsi. Ratakan saus secara tipis dan merata di setiap lapisan. Selain itu, selalu oleskan lapisan saus tipis di dasar pinggan pemanggang (baking dish) sebelum meletakkan lembaran pasta pertama untuk mencegah dasar lasagna lengket dan gosong.
3. Mengabaikan Kadar Air pada Bahan Isian
Penggunaan bahan-bahan yang mengandung banyak air tanpa pengolahan yang tepat menjadi penyebab utama lasagna menjadi becek (soupy). Daging giling yang tidak ditiriskan dari minyaknya, keju ricotta yang terlalu basah, atau sayuran seperti zuchini dan jamur mentah akan melepaskan banyak air selama proses pemanggangan.
Untuk menghindarinya, masak dan tumis terlebih dahulu bahan isian seperti daging dan sayuran hingga kadar airnya berkurang. Untuk keju ricotta, tiriskan kelebihan air menggunakan kain saring (cheesecloth) sebelum dicampurkan ke dalam adonan isian.
4. Langsung Memotong Lasagna Saat Baru Matang
Aroma harum lasagna yang baru keluar dari oven kerap menggoda untuk segera dipotong dan disajikan. Padahal, memotong lasagna yang masih panas membara akan membuat saus dan keju meleleh keluar, sehingga struktur lapisannya runtuh dan hancur berantakan.
Para koki menyarankan untuk mendiamkan lasagna (resting period) selama 15 hingga 30 menit setelah dikeluarkan dari oven. Waktu istirahat ini memberi kesempatan bagi saus dan keju untuk memadat dan menyatu kembali dengan lapisan pasta, sehingga lasagna dapat dipotong menjadi porsi yang rapi dan indah. (Eating Well/Z-2)
