
PEMADAMAN listrik atau blackout yang melanda sekitar 80% wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10), melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Gangguan yang berlangsung sejak pukul 05.00 pagi hingga 06.00 malam itu berdampak pada kegiatan perkantoran, sekolah, lalu lintas, jaringan telekomunikasi, hingga operasional industri.
Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menyebut sekitar 80% wilayah Batam terdampak pemadaman. Pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut.
Pemadaman terjadi saat masyarakat mulai menjalankan aktivitas pada awal pekan. Sejumlah kantor dan sekolah terdampak akibat terputusnya pasokan listrik. Kondisi itu menghambat aktivitas kerja dan kegiatan belajar yang bergantung pada perangkat elektronik.
Gangguan juga berdampak pada kelancaran lalu lintas. Sejumlah lampu lalu lintas tidak berfungsi sehingga berpotensi menghambat arus kendaraan, terutama di persimpangan yang ramai pada jam berangkat kerja dan sekolah.
Di sektor industri, sejumlah pabrik dilaporkan mengalami penghentian operasional atau shutdown akibat gangguan pasokan listrik. Terhentinya proses produksi berpotensi menimbulkan kerugian operasional, meski nilai kerugian dan jumlah perusahaan yang terdampak belum diketahui.
Selain itu, jaringan telekomunikasi di sejumlah titik dilaporkan ikut terganggu. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan melakukan panggilan telepon maupun mengakses internet ketika hendak memulai aktivitas.
“Hari Senin, tapi malah mati lampu dari pagi. Sinyal handphone juga ikut hilang gara-gara mati listrik,” ungkap Zahara, 25, salah seorang warga yang terdampak.
Dampak lain dirasakan Raka,23, warga Baloi Indah. Ia mengatakan sejumlah peralatan elektronik milik warga juga mengalami kerusakan setelah gangguan listrik tersebut. Namun, penyebab kerusakan dan jenis perangkat yang terdampak belum dirinci.
“Sejumlah alat elektronik juga rusak,” katanya.
Yoga mengatakan prioritas PLN Batam saat ini adalah memulihkan sistem kelistrikan dan menormalkan seluruh jaringan. Pihaknya akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pemulihan dan penelusuran gangguan.
“Saat ini prioritas pemulihan sistem dulu atau penormalan semua jaringan, nanti kami sampaikan perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PLN Batam, Samsul, yang dihubungi untuk meminta penjelasan mengenai penyebab blackout dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat serta industri, belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
PLN Batam mengerahkan tim teknis untuk mengidentifikasi titik gangguan dan melakukan pemulihan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan. Perusahaan juga memberikan perhatian terhadap fasilitas vital, seperti rumah sakit dan pusat pelayanan publik.
Pasokan listrik dilaporkan kembali normal sekitar pukul 08.00 WIB. Meski demikian, penyebab pasti blackout masih dalam investigasi PLN Batam. Dampak gangguan terhadap kegiatan industri, perkantoran, sekolah, jaringan telekomunikasi, dan peralatan elektronik warga masih memerlukan pendataan lebih lanjut. (HK/E-4)
