Udara Kabur Selimuti Batam, Jarak Pandang Bandara Hang Nadim 2,5 Km
Kondisi udara kabur menyelimuti Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.(Dok. MI/Hendri Kremer)

KABUT asap masih terpantau menyelimuti kawasan Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (11/10/2026), jarak pandang di bandara tersebut tercatat hanya mencapai 2,5 kilometer.

Penurunan jarak pandang ini menjadi perhatian serius mengingat aspek tersebut merupakan unsur krusial dalam keselamatan transportasi, khususnya penerbangan. Merujuk informasi resmi BMKG pukul 12.30 WIB, cuaca di Bandara Hang Nadim terdeteksi berasap dengan suhu udara mencapai 33 derajat Celsius. Angin dilaporkan bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 18,5 kilometer per jam.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, R. Anggraeni, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang dinamis sangat memengaruhi jarak pandang di wilayah Batam. Ia menekankan pentingnya pemantauan cuaca secara berkala oleh masyarakat.

“Untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di Batam, masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca terbaru. Kondisi atmosfer dapat berubah sehingga pemantauan secara berkala penting dilakukan,” ujar Anggraeni.

Selain di bandara, kondisi udara kabur juga diprakirakan terjadi di kawasan Pelabuhan Batam Center. Pada pukul 14.00 WIB, suhu di area pelabuhan diperkirakan berada di angka 31 derajat Celsius dengan kelembapan 76 persen. Namun, jarak pandang di pelabuhan terpantau sedikit lebih baik, yakni sekitar empat kilometer.

Perbedaan jarak pandang antara bandara dan pelabuhan ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca sangat bergantung pada lokasi dan waktu pengamatan. Oleh karena itu, data dari satu titik tidak dapat dijadikan representasi tunggal untuk seluruh wilayah Batam.

Terkait penyebab fenomena ini, BMKG menyatakan bahwa status “berasap” belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sumber asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penentuan penyebab pasti memerlukan analisis lebih lanjut melalui pemantauan titik panas (hotspot), citra satelit, arah angin, serta data kualitas udara yang lebih komprehensif.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kualitas udara di Batam guna memastikan keselamatan aktivitas publik tetap terjaga. (H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *