
JARINGAN klinik kecantikan Ella Skin Clinic mencatat 21.636 tindakan perawatan jerawat dalam satu bulan di 37 cabangnya. Capaian tersebut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) untuk kategori klinik kecantikan dengan perawatan jerawat terbanyak dalam satu bulan.
Penghargaan itu diberikan bertepatan dengan peringatan 18 tahun perjalanan Ella Skin Clinic di industri estetika medis Indonesia. Meski menunjukkan tingginya volume tindakan di jaringan klinik tersebut, angka itu belum menggambarkan jumlah pasien unik maupun besarnya prevalensi jerawat di masyarakat.
General Manager Commercial Ella Skin Clinic, Felita Ersalina Samara Pane, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kepercayaan pasien terhadap layanan perusahaan.
“Bagi kami, Rekor MURI ini bukan sekadar tentang angka, tetapi juga mencerminkan kepercayaan yang diberikan pasien kepada Ella selama 18 tahun terakhir. Kepercayaan inilah yang terus mendorong kami untuk berkembang, memperluas jangkauan layanan, dan menghadirkan perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu,” ucap Felita dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (10/10).
Di tengah perkembangan pasar perawatan kulit, Ella Skin Clinic berupaya menjangkau konsumen muda melalui pendekatan yang menggabungkan perawatan estetika dengan aktivitas gaya hidup.
Salah satunya melalui Ella Padel Festival bertema Skinfidence on The Court yang digelar di Portres Padel Arena, Semarang, Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-18 perusahaan sekaligus upaya menjangkau konsumen melalui olahraga yang tengah mendapat perhatian masyarakat.
Felita mengatakan Semarang dipilih karena Jawa Tengah merupakan salah satu basis pasar perusahaan. Ella Skin Clinic berawal dari Solo sebelum memperluas jaringan ke sejumlah daerah.
“Semarang ini sudah cabang yang ketiga. Kita melihat memang Ella itu kan asalnya dari Jawa Tengah, kita memang besar di Jawa Tengah, Solo. Dan kita melihat bahwa Semarang itu memang market-nya cukup besar,” katanya.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa persaingan klinik kecantikan tidak hanya bertumpu pada variasi tindakan, tetapi juga pada cara perusahaan membangun kedekatan dengan calon konsumen. Namun, efektivitas pendekatan pemasaran melalui kegiatan olahraga perlu dilihat dari hasil yang terukur, seperti pertumbuhan pasien baru dan tingkat kunjungan ulang.
Layanan beragam, kebutuhan pasien perlu diperhatikan
Dokter Estetik Ella Skin Clinic, dr. Fitria Kurniasih, mengatakan jerawat dan kulit kusam termasuk keluhan yang banyak mendapat perhatian. Menurutnya, kondisi lingkungan dan kebiasaan beraktivitas juga menjadi pertimbangan dalam perawatan kulit.
“Sebenarnya di Ella tidak hanya treatment jerawat saja. Perawatannya sangat luas, bisa untuk menangani beberapa kelainan kulit seperti jerawat atau noda hitam, atau hanya untuk kulit kusam dan ingin lebih cerah,” jelas Fitria.
Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan kulit sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan tabir surya yang sesuai dengan kebutuhan kulit merupakan salah satu langkah untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Selain tindakan perawatan, Ella Skin Clinic menyediakan produk perlindungan kulit, termasuk Dermalab. Perusahaan juga menawarkan layanan dengan beragam kategori harga, mulai dari peeling yang disebut dibanderol Rp69.000 dan jenis perawatan lain mulai Rp70.000 hingga prosedur estetika lanjutan menggunakan produk seperti Rancuran dan Teosyal.
Menurut Fitria, variasi layanan tersebut ditujukan untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang berbeda.
Meski pilihan perawatan dan harga dapat memperluas akses konsumen, pemilihan tindakan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan tiap pasien. Konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten menjadi bagian penting sebelum menjalani prosedur estetika.
Dengan 37 cabang yang tersebar di berbagai daerah, Ella Skin Clinic berupaya memperluas jangkauan bisnis di tengah perkembangan industri perawatan kulit. Di sisi lain, pertumbuhan pasar juga menuntut penyedia layanan untuk memastikan bahwa peningkatan jumlah tindakan berjalan seiring dengan ketepatan perawatan dan keamanan pasien. (E-1)
