Norris Mengaku McLaren Sulit Imangi Kecepatan Red Bull dan Ferrari di GP Singapura
Lando Norris dan Oscar Piastri harus puas start dari posisi kelima dan keenam di F1 GP Singapura. Norris sebut mobil McLaren sangat sulit dikendalikan.(Formula 1)

JUARA dunia bertahan Lando Norris menilai posisi kelima pada grid start GP Singapura adalah hasil yang realistis bagi McLaren. Tim yang bermarkas di Woking tersebut terus berjuang keras untuk menyamai kecepatan para pesaing utamanya sepanjang akhir pekan di Sirkuit Marina Bay.

Pada sesi kualifikasi Sabtu, Norris hanya terpaut sedikit di atas tiga persepuluh detik dari pemegang pole position, Max Verstappen. Namun, catatan waktu tersebut menempatkan Norris di belakang dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, serta pembalap Mercedes, Kimi Antonelli.

Sebelum sesi kualifikasi, Norris sempat berada di posisi kelima pada sesi Sprint. Namun, insiden tabrakan dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, membuat kedua mobil McLaren berputar di lintasan. Norris pun meyakini bahwa McLaren sejatinya hanya menjadi tim tercepat keempat pada F1 GP Singapura pekan ini.

“Saya pikir pada akhirnya kami berada di posisi yang seharusnya. Kami tidak melakukan apa-apa, tidak ada yang berubah [sejak sesi Sprint], jadi tidak ada alasan mengapa tiba-tiba kami bisa menyamai kecepatan mereka,” kata Norris usai sesi kualifikasi.

“Saya tentu saja bisa menyatukan beberapa bagian, seperti memiliki sektor 1 atau sektor 2 yang sangat bagus. Namun, mobil ini terlalu memberi tantangan besar, itulah mengapa kami berada di P5 dan P7,” lanjutnya.

Mobil Terlalu Sulit Dikendalikan di Batas Maksimal

Norris mengungkapkan betapa sulitnya mengemudikan mobil MCL40 hingga batas maksimal di lintasan jalan raya Marina Bay tanpa merusak performa ban.

“Ini sangat sulit. Saya merasa hampir saja mengalami kecelakaan untuk mendapatkan sektor terbaik (purple sector), tetapi Anda tidak bisa melakukan itu karena ban tidak akan bertahan,” jelas pembalap asal Inggris tersebut.

“Secara sederhana, mobil ini terlalu sulit berada di batas sempurna ketika melaju kencang, dan peluang untuk menyatukan satu putaran penuh dalam batas tersebut hampir mustahil. Tentu saja saya mendorongnya, saya berharap dan merasa memiliki ide bagus tentang apa yang ingin saya lakukan, tetapi itu tidak terwujud. Kami benar-benar berada di posisi yang seharusnya,” tambah Norris.

Piastri Sebut McLaren Kalah Cepat dari Rival

Sementara itu, Oscar Piastri harus puas mengakhiri sesi kualifikasi di posisi ketujuh setelah para teknisi McLaren berhasil memperbaiki kerusakan mobilnya akibat insiden benturan dengan Norris pada sesi Sprint. Pengawas pertandingan (stewards) memutuskan tidak mengambil tindakan lanjutan atas insiden antar-rekan tim tersebut.

Piastri dipastikan bakal mengawali balapan utama dari posisi keenam menyusul penalti posisi grid yang diterima pembalap Mercedes, George Russell. Pembalap asal Australia tersebut sepakat bahwa mobil MCL40 memang kekurangan performa dibanding Red Bull, Ferrari, dan Mercedes.

“Jujur saja, menurut saya kami secara meyakinkan terlihat sebagai mobil tercepat ketiga atau keempat. Saya pikir Max berada di depan kami, dan begitu pula para pembalap Ferrari, sejujurnya,” ujar Piastri.

“Sedikit disayangkan, saya berharap kami punya performa lebih, tetapi saya pikir hanya itu yang kami miliki. Sesi ini tidak berjalan terlalu mulus, ada beberapa kesalahan di sana-sini, dan tidak mudah untuk memaksimalkan potensi mobil. Kami akan mencobanya lagi besok,” pungkas Piastri. (Formula 1/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *