
SEDIKITNYA empat orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah tenggara Amerika Serikat setelah badai tropis Isaias menerjang pesisir Teluk Florida. Badai ini memicu ancaman banjir besar dan risiko angin puting beliung saat bergerak ke arah utara.
National Hurricane Center (NHC) mencatat Isaias menerjang daratan pada Jumat malam sebagai badai Kategori 2 di dekat kawasan Destin, dengan kecepatan angin mencapai 165 kilometer per jam sebelum akhirnya melemah semalam. Badai ini menjadi badai pertama di musim Atlantik yang dipengaruhi fenomena cuaca El Nino, sekaligus badai pertama yang menghantam daratan AS sejak 2024.
Di Mary Esther, kawasan pesisir dekat Destin, Matt Howard mengaku beruntung karena badai melemah sebelum mencapai daratan. Meski mengalami pemadaman listrik dan atap seng tetangganya terbang ke halaman belakang, ia dan keluarganya selamat.
“Kami berlindung di tengah rumah dan melakukan semua hal yang seharusnya dilakukan, dan beruntung berhasil melewatinya,” ujar Howard.
Pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya empat kematian akibat badai, termasuk dua korban jiwa yang tertimpa pohon tumbang di rumah mereka, masing-masing di dekat Pensacola, Florida, dan Birmingham, Alabama. Selain itu, kendaraan terbalik, pohon serta tiang listrik tumbang, dan kerusakan atap bangunan terjadi di sepanjang jalur badai.
Gubernur Florida Ron DeSantis mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap bahaya susulan meski badai telah berlalu.
“Berhati-hatilah di luar sana. Kabel listrik yang putus dan genangan air bisa sangat membahayakan. Jangan menyalakan generator di dalam rumah atau di dalam garasi,” tegas DeSantis.
Peringatan gubernur tersebut disampaikan setelah seorang pria ditemukan tewas di Florida akibat menyalakan generator di dalam garasi. Menurut pemantau PowerOutage.com, lebih dari 500.000 pelanggan di Florida, Alabama, dan Georgia mengalami pemadaman listrik pada Sabtu malam.
Menanggapi dampak badai di kawasan kilang minyak Teluk AS, Departemen Energi AS mengizinkan pelepasan hingga empat juta barel minyak mentah cadangan guna menjaga stabilitas pasokan.
Ancaman Banjir dan Pengaruh El Nino
Ancaman banjir bandang skala besar tetap mengintai saat Isaias bergerak ke daratan bagian utara. NHC memperingatkan bahwa beberapa wilayah berpotensi mengalami curah hujan hingga 25 sentimeter, terutama di kawasan Pegunungan Appalachia Selatan. Ancaman ini menjadi perhatian khusus bagi warga North Carolina yang masih dalam tahap pemulihan dari dampak badai Helene tahun 2024.
Keterlambatan kemunculan badai musim ini sebagian besar disebabkan oleh fenomena El Nino dengan intensitas historis. El Nino menciptakan geseran angin (wind shear) vertikal yang kuat di Samudra Atlantik sehingga cenderung memecah pembentukan badai.
“Kami melihat geseran angin yang hampir mencatatkan rekor terkuat di seluruh Cekungan Atlantik tahun ini, dan itu konsisten dengan apa yang kami perkirakan terjadi saat fenomena El Nino kuat,” jelas Michael Fischer dari University of Miami.
Sebaliknya, fenomena ini justru memicu pertumbuhan badai di Samudra Pasifik. Saat ini, wilayah Baja California di Meksiko dan negara bagian California di AS tengah bersiap menghadapi kedatangan Badai Tropis Rachel, sementara Badai Simon melanda wilayah barat Meksiko. (AFP/Z-2)
