Cuaca Ekstrem di Pesisir Selatan: Bupati Hendrajoni Minta Warga Waspada Banjir dan Longsor
Ilustrasi(ANTARA/Nyoman Budhiana)

CUACA ekstrem yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, pada Jumat (9/10), memicu serangkaian bencana ekologis di sejumlah wilayah. Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang tidak hanya mengakibatkan genangan air, tetapi juga memicu tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa kecamatan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan jiwa serta melumpuhkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Merespons situasi tersebut, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung memantau kondisi Kota Painan dan sekitarnya pada Jumat malam.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan penanganan dampak cuaca buruk, seperti pohon tumbang dan genangan air di pusat kota, berjalan cepat. Selain di Painan, laporan mengenai tanah longsor juga datang dari berbagai kecamatan, mempertegas bahwa ancaman bencana saat ini bersifat menyeluruh.

Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Bupati Hendrajoni mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang bermukim di kawasan rawan bencana. Ia menekankan agar warga tidak mengabaikan tanda-tanda alam saat intensitas hujan meningkat dalam durasi yang lama.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap intensitas hujan yang tinggi, mengingat beberapa wilayah telah terdampak banjir. Kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, tingkatkan kewaspadaan, hindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat, serta segera mencari tempat aman apabila kondisi membahayakan,” ujar Hendrajoni.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menunggu situasi memburuk untuk melakukan evakuasi mandiri. Jika muncul retakan tanah di lereng perbukitan atau debit sungai meluap secara drastis, warga diminta segera menjauh dari lokasi risiko.

Instruksi Kesiapsiagaan OPD

Selain kepada masyarakat, Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berada dalam posisi siaga (standby).

“Saya meminta seluruh pejabat dan OPD terkait untuk tetap siaga dan bergerak cepat dalam memantau kondisi wilayah serta melakukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan,” tegasnya.

Pemerintah kecamatan dan nagari juga diminta aktif berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan. Pelaporan cepat atas setiap kejadian bencana dinilai krusial agar bantuan dan langkah teknis di lapangan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan.

Poin Utama Kesiapsiagaan Bencana Pessel:

  • Waspadai potensi banjir luapan sungai dan tanah longsor di lereng perbukitan.
  • Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang.
  • Segera laporkan kejadian bencana ke BPBD atau perangkat nagari setempat.
  • Utamakan keselamatan jiwa dan ikuti arahan petugas di lapangan.

Hingga saat ini, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan aparat keamanan terus diperkuat guna meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian materiel akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Selatan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *