
PROVINSI Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia, mencapai angka 4,6 persen. Lonjakan inflasi ini dipicu oleh kombinasi kemarau panjang yang menyebabkan gagal panen massal serta krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengganggu distribusi logistik.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menjelaskan bahwa kekeringan ekstrem telah melumpuhkan sejumlah daerah sentra pertanian. Kondisi ini diperparah dengan antrean BBM yang masih terjadi, sehingga biaya transportasi melambung dan berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di pasar.
“Rantai pasok kebutuhan pokok terganggu akibat banyak komoditas gagal panen karena kemarau. Ditambah antrean BBM yang masih terjadi, telah memicu terjadinya lonjakan harga dan inflasi,” ujar Ahmad Bagiawan pada Sabtu (10/10/2026).
Selain faktor cuaca dan energi, kendala distribusi juga muncul akibat kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Kapal tersebut sedianya mengangkut pasokan sayuran dari Pulau Jawa menuju Kalsel, sehingga terhambatnya pasokan ini turut mengerek harga komoditas sayur-mayur.
Intervensi Pasar Murah di Lima Daerah
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel mengintensifkan Gerakan Pasar Murah di lima kabupaten dan kota yang mengalami dampak inflasi tertinggi. Kelima daerah tersebut adalah:
- Kabupaten Kotabaru
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah
- Kabupaten Tabalong
- Kabupaten Tanah Laut
- Kota Banjarmasin
Ahmad Bagiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengawasan Satgas BBM Kalsel, menyebutkan bahwa kemarau panjang tidak hanya memukul sisi produksi, tetapi juga menurunkan pendapatan masyarakat, terutama petani, pekebun, dan pembudidaya ikan.
Gerakan pasar murah telah dimulai di Kabupaten Kotabaru sejak 7 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas dijual dengan harga distributor. Pada hari pertama di Kotabaru, tercatat 400 kilogram gula, 1.600 liter minyak goreng Minyakita, dan 300 kilogram tepung ludes terjual, termasuk stok telur dan ayam.
Daftar Kenaikan Harga Komoditas
Dinas Perdagangan Kalsel mencatat rata-rata kenaikan harga kebutuhan pokok berada di kisaran 5 hingga 10 persen. Berikut adalah rincian kenaikan harga beberapa komoditas utama:
| Komoditas | Harga Normal | Harga Saat Ini |
|---|---|---|
| Gula Pasir | Rp18.000 /kg | Rp22.000 /kg |
| Minyak Goreng | Rp15.000 /liter | Rp20.000 – Rp21.000 /liter |
| Bawang Merah (NTB) | Rp25.000 /kg | Rp40.000 /kg |
Pemerintah berharap melalui langkah pasar murah yang berkelanjutan, beban ekonomi masyarakat dapat teratasi sembari menunggu stabilitas rantai pasok kembali normal. (H-2)
